Tambahan 5 Kasus Corona di Sultra dari Calon Perwira Polda

Redaksi Redaksi
Tambahan 5 Kasus Corona di Sultra dari Calon Perwira Polda
ANTARA FOTO/JOJON
Personel Brimob Polda Sulawesi Tenggara menyemprotkan cairan disinfektan kepada penumpang pesawat saat simulasi penanganan wabah COVID-19 di Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu (18/3).

JAKARTA - Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mencatat total lima kasus baru virus corona di Bumi Anoa. Kelimanya merupakan calon perwira di Polda Sultra yang masuk klaster Sukabumi Jawa Barat.

Sejauh ini, sudah ada 41 kasus terkonfirmasi positif di Sultra. Sebanyak lima orang dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia.

"Jumlah total konfirmasi 41 orang dengan catatan lima tambahan baru," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal, Jumat (24/4).

Ia menyebut lima kasus baru itu tersebar di empat kabupaten atau kota. Sebarannya antara lain di Kota Kendari dua kasus dan masing-masing satu orang dari Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Utara.

"Kelima kasus ini masih berkaitan dengan penelusuran kasus Sukabumi Jawa Barat," ujarnya.

Menurut Rabiul, meskipun ada penambahan, lima kasus baru ini tidak didapat dari empat daerah itu. Mereka diduga terinfeksi saat menjalani pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) di Sukabumi.

Dengan tambahan lima kasus baru calon perwira ini, maka sudah ada 15 anggota polisi dari Polda Sultra yang terinfeksi Covid-19.

"Semua pasien sudah ditangani protokol Covid-19," ujarnya.

Selain penambahan kasus baru, ada satu tambahan pasien yang dinyatakan sembuh setelah dua kali menjalani tes swab. Pasien tersebut berasal dari Kota Kendari.

Dalam kesempatan yang sama, Rabiul mengingatkan kepada Satgas kabupaten atau kota untuk mengaktifkan pemantauan dan pemeriksaan terhadap warga yang diduga terinfeksi virus corona.

Sebab, dari catatan mereka, sebanyak 6.800 alat rapid test yang didistribusi ke 17 kabupaten atau kota, baru 2.300 yang digunakan.

Dengan demikian, Rabiul melanjutkan, masih ada 4.000-an alat rapid test yang belum dimaksimalkan gugus tugas di kabupaten dan kota.

"Kami minta efisienkan sehingga kita mampu mendeteksi dan menemukan orang-orang dengan gejala ringan atau tanpa gejala untuk memutus mata rantai virus," tuturnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 372 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 282 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 14 orang.

Secara nasional, tercatat 8.211 kasus terkonfirmasi positif dengan 435 kasus baru. Sementara itu ada 1.002 kasus sembuh dan 689 meninggal dunia. 

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini