Romli HMI asal Sulawesi Barat Mandar kembali Buat Ricuh, Enggan Bayar Sisa Sewa Bus

Redaksi Redaksi
Romli HMI asal Sulawesi Barat Mandar kembali Buat Ricuh, Enggan Bayar Sisa Sewa Bus
ali/riaueditor.com
Bus yang mengangkut rombongan liar peserta kongres HMI ke XXiX di Pekanbaru.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Peserta rombongan liar (Romli) Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru asal Sulawesi Barat Mandar, nyaris membuat kericuhan baru di Kota Bertuah. Pasalnya, rombongan yang baru tiba di Pekanbaru, Selasa (14/11) dini hari tadi, enggan membayarkan sisa sewa bus yang mengantar mereka kepada sang sopir.

Ongkos sewa bus yang kesepakatan awalnya Rp 6 juta, oleh rombongan yang berjumlah 46 orang ini hanya dibayar sekitar Rp 2 juta. Sang sopir yang tak terima ulah rombongan liar tersebut, lalu mendesak massa HMI untuk melunasinya. Ketegangan pun sempat terjadi akibat massa menolak tanggungjawabnya untuk membayar penuh sewa bus.

Tak terima ulah peserta asal Sulawesi Barat itu, pihak bus lalu mendatangi panitia lokal kongres HMI Pekanbaru. Bukannya solusi yang didapat, panitia lokal malah menyarankan pihak bus untuk berkoordinasi dengan Panitia Nasional Kongres (Panasko) yang hingga saat ini tak tau dimana rimbanya. Padahal bus yang mengangkut rombongan liar ini harus melanjutkan perjalanannya ke Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Setelah di opor kesana kemari, walau dengan gerutuan usaha keras sang sopir bus pun berhasil, kekurangan sisa Rp 4 juta sesuai ongkos yang disepakati akhirnya dibayarkan. Selanjutnya oleh kepolisian, peserta yang berjumlah 46 orang ini langsung diinapkan ke Venue Takraw, Purna MTQ, Pekanbaru, untuk beristirahat.

Bukannya berisitirahat melepas kepenatannya selama dalam perjalanan, rombongan liar ini malah berteriak-teriak tak tentu arah, lantaran tak mendapat sambutan oleh panitia lokal. Beruntung petugas piket gabungan yang ada di posko Purna MTQ langsung sigap menenangkan para Romli tersebut.

"Alhamdulillah sudah kondusif, walau subuh tadi sempat terjadi kericuhan kecil terkait masalah pembayaran sisa ongkos bus yang enggan dibayar mereka," terang Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono pada Riaueditor.(xxx)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini