Pertanyakan Bandara dan Isue Tenaga Kerja Asing, Unras Mahasiswa Sambangi PT RAPP

Redaksi Redaksi
Pertanyakan Bandara dan Isue Tenaga Kerja Asing, Unras Mahasiswa Sambangi PT RAPP
zul/riaueditor.com
Pertanyakan Bandara dan Isue Tenaga Kerja Asing, Unras Mahasiswa Sambangi PT RAPP.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Usai menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah SKPD dan Kantor Bupati Pelalawan, massa unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Poros Tengah Mahasiswa Pelalawan (PTMP) melanjutkan unjuk rasa ke PT RAPP.

Namun,mahasiswa PTMP tidak diperbolehkan masuk komplek PT RAPP. Puluhan Mahasiswa dihadang pihak security di pintu Pos I PT RAPP yang bertuliskan kawasan objek vital nasional.

Aksi unjuk rasa mahasiswa sempat menutup akses Jalan Lintas Timur sehingga terjadi kemacetan sesaat. Aparat keamanan langsung melarang dan sempat terjadi debat
dengan polisi. Karena mahasiswa tidak diberi masuk PT RAPP sehingga menutup arus jalan lintas timur. Polisi tidak memperbolehkan menutup jalan akses umum.

Kepada PT RAPP tuntutan mahasiswa keberadaan dan pengawasan bandara di dalam area PT RAPP. Juga mengenai tenaga kerja asing. Dalam selebarannya massa aksi mahasiswa menyebut dari mahasiswa pelalawan berbagai universitas di Indonesia dengan Kordinator Fikri Arianto, Mulyadi dan Zakaria.

Zakaria Juniarto, salah satu koordinator aksi melakukan orasinya kepada pimpinan perusahaan RAPP dan menyampaikan poin yang mereka pertanyakan dan meminta kejelasan keberadaan Izin dan Pengawasan Bandara RAPP, juga mengenai Isue Tenaga Kerja Asing.

Zakaria juga menyebutkan bahwa Bandara Rapp tersebut tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat Pelalawan pada khususnya, karena bisa saja menjadi pintu masuk peredaraan narkoba, minuman keras dan pekerja asing langsung menggunakan bandara, siapa yang tahu?, terangnya.

Suasana tegang mereda setelah salah seorang Humas PT RAPP Hamdani menemui mahasiswa di depan Pos 1 tersebut. "Berikan kami waktu dikarenakan pimpinan kami sedang sibuk," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian massa membubarkan diri. Zakaria menyampaikan bahwa dalam dua hari ini pihaknya akan kembali mendatangi PT RAPP untuk mendapat keterangan langsung dari pimpinan perusahaan terkait bandara dan isue Tenaga Kerja Asing.

"Ya, kita beri tempo dua hari ini," tukasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini