Pedagang Pasar Kaget Rumbai Mengamuk di Kantor Walikota

Redaksi Redaksi
Pedagang Pasar Kaget Rumbai Mengamuk di Kantor Walikota
jsn/riaueditor.com
Pedagang Pasar Kaget Rumbai Mengamuk Di Kantor Walikota
PEKANBARU, riaueditor.com - Awalnya kedatangan puluhan warga Rumbai yang tergabung dalam pelaku "Pasar Kaget"  ke Kantor Walikota Pekanbaru untuk menghadiri undangan dari Camat Rumbai guna membicarakan prihal kebijakan Pemko Pekanbaru dalam hal relokasi pasar kaget di kecamatan Rumbai, Senin (11/4).

Namun usai pertemuan, sontak saja warga mengamuk dan  mendatangi sebuah mobil yang sedang parkir, yang ternyata mobil milik Lurah Rumbai Bukit, Tengku Rafli. Dengan emosi para pedagang  menggoyang mobil Lurah Rumbai Bukit dan nyaris terbalik. Akibatnya,  sempat terjadi kericuhan, para pedagang  saling dorong, perang mulut dengan  puluhan personil Satpol PP yang menghadang para pedagang.

Emosi pedagang meledak disebabkan tidak puas dengan hasil rapat yang telah digelar yang dihadiri Camat Rumbai, Zulheli Arifin Lurah Rumbai Tengku Rafli, Kaban Satpol PP Pekanbaru zulfahmi Adrian dan pihak Dinas Pasar.

Ismael salah seorang pedagang pasar kaget mengatakan, kami memang masyarakat biasa, tapi jangan dikira kami buta hukum alias bodoh. Terkait penggusuran atau "relokasi" istilah ala Camat Rumbai, kami dengan tegas menolak, kata Ismael.

Pasalnya, Camat Rumbai dalam mengambil kebijakan, sama sekali tidak profesional, dan lebih mengedepankan kekuasaan atau dengan otot. Penggusuran pasar kaget Rabu di jalan Tengku Kasyim, camat menyuruh para preman dengan kondisi mabuk, sehingga bertindak brutal dan memukul warga dan merusak mobil pic Up milik pedagang, ujarnya.

Lagi kata Ismael, awalnya Camat menyebutkan, pasar yang dibangun di jalan Tenhku Kasyim adalah milik Pemko, namun setelah terjadi perlawanan dari pedagang, Camat dan Lurah menyebutkan pasar tersebut milik Pemuda atau LPM. "Jadi mana yang benar" bebernya.

Selain itu, kata Ismael, tempat relokasi pasar yang katanya milik pemerintah, mereka meminta uang kepada pedagang sebesar Rp.300.000 dengan rincian, Uang pendataran Rp.200.000  dan uang bulanan Rp.100.000,- Anggaran tersebut digunakan ubtuk membangun lapak yang terbuat dari kayu bulat dengan atap tenda biru, tuturnya.

Melihat kondisi fisik dan lokasi pasar yang yang jauh dari pemukiman penduduk yang dibangun Camat dan lurah tersebut sama sekali tidak kayak  untuk disebut sebagai pasar milik pemerintah, tegasnya.

Lagi kata Ismael, pada hari ini kami membuat surat terbuka dalam bentuk penolakan atas kebijakan Camat Rmbai yang menggusur pesagang pasar kaget. engan tegas ia mengatakan pihaknya akan menurunkan pedagang lebih banyak untuk melakukan demo. "Rabu atau jumat kita akan turunkan anggota pedagang lebih banyak lagi. Intinya kami tak mau dipindahkan, kami mau di pasar kaget yang lama," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Zulfahmi Adrian mengatakan sebelumnya di dalam ruang rapat mereka (pedagang,red) sudah menerima hasil rapat. "Tapi gak tahu kenapa setelah diluar kok mereka menolak lagi. Saya tadi dah sampai ke ruangan, tapi ada insiden makanya saya kembali kesana lagi," ungkap Zulfahmi.

Dikatakannya, pemindahan itu hanya untuk sementara sebelum dibuat pasar yang lebih baik.

Camat Rumbai Zulhelmi ketika dikonfirmasi mengatakan memang tadi sempat terjadi insiden antara pedagang dan juga Camat dan Lurah Rumbai. "Tadi mobil lurah Rumbai sempat dicegat dan digoyang-goyang. Pak lurahnya kebetulan juga masih didalam mobil itu," pungkasnya.(jsn)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini