Listrik Diputus PLN, Puluhan Warga Rusunawa Geruduk Kantor Perkim Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Listrik Diputus PLN, Puluhan Warga Rusunawa Geruduk Kantor Perkim Pekanbaru
jsn/riaueditor.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Puluhan warga penghuni Rumah susun Sederhana sewa (Rusunawa) yang belokasi di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, menggelar aksi unjukrasa dan geruduk Kantor Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kota Pekanbaru. Mereka mempertayakan tanggung jawab  Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas Perkim selaku pengelola Rusunawa, atas diputusnya aliran listrik ke Rusunawa tempat tinggal mereka.

Agussalim salah seorang warga Rusunawa  menjelaskan, sudah enam hari aliran ristrik diputus, padahal setiap bulannya kami membayar uang listrik, Air dan kebersihan kepada Pemko Pekanbaru melalui petugas UPTD Rusunawa sebesar Rp.80.000.- "Tetapi aliran listrik diputus pihak PLN, berarti uang kami dikorupsi", teriak Agussalim.

"Sudah enam hari listrik mati total, akibatnya tak bisa memasak, sedangkan mandi dan cuci terpaksa menumpang di rumah warga sekitar. Bahkan ada yang mencuci di air parit," terangnya.

Teriak Agussalim lagi, mana tanggung jawab Dinas Perkim Pekanbaru. Jangan saat menagih uang listrik memaksa dan setiap hari datang menagih dengan sikap arogan. Tiba listrik mati langsung menghilang. "Kami manusia, bukan binatang yang dengan seenaknya diterlantarkan," teriaknya berapi-api.

Dia menambahkan, Rusunawa yang berlokasi di eks Teleju tersebut yang sudah ditempati sekitar 150 ruangan. Dan masing-masing penghuni ruangan wajib membayar yang listrik dan air sebesar Rp.80.000, setiap bulan. Dan kami yang hadir di sini tidak pernah menunggak. "Jadi kemana uang kami tersebut", teriaknya lagi.

Ditegaskannya, kami tidak akan pulang, jika aliran listrik belum dinyalakan. "Dan kami akan tidur di kantor Perkim ini, karena gedung ini adalah milik rakyat, ujarnya.

Agussalim juga menyampaikan terima kasih kepada  sahabat kami Surya. Salah seorang  Caleg DPRD Pekanbaru dari Partai Demokrat yang peduli dengan penderitaan kami dan bersedia memfasilitasi untuk datang ke kantor Perkim ini, pungkasnya.

Surya yang dimintai komentarnya atas peristiwa tersebut. Mengaku sangat prihatin melihat nasib warga Rusunawa eks Teleju tersebut. Mereka membayar biaya rekening listrik dan air setiap bulan. Tetapi listrik malah diputus," Kemana uang yang mereka setor, ini patut dipertanyakan," sebutnya.

Pihak PUPR yang ditengarai Kabid.PSU, Martin Manuluk mencoba negoisasi dengan warga Rusunawa, namun tidak membuahkan hasil, bahkan sempat terjadi kericuhan kecil. Warga Rusunawa lebih memilih membentangkan spanduk di teras kantor Perkim untuk tempat bermain anak-anak mereka.

Raja Muhammad Isa selaku kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Kecamatan Tenayanraya yang ingin dikonfirmasi terkait aliran dana yang telah  dibayarkan warga Rusunawa tidak di tempat.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Perkim Pekanbaru, Katwadi menjelaskan, diputusnya aliran listrik karena Pemko nunggak sebesar Rp 173.400.000, pihaknya tengah berusaha agar PLN menyambung kembali aliran listrik ke Rusunawa tersebut. Kita sudah tawarkan membayar separoh tunggakan, tetapi PLN tidak mau, ujarnya.

"Pemko lagi tidak ada uang, jadi mau diapakan". Namun dia berjanji, pihaknya akan berusaha maksimal agar hari ini listrik kembali tersambung.

Saat ditanya, aliran dana yang ditagih pihak UPTD Rusunawa. Katwadi enggan mengomentari. "Urusan kita sekarang bagaimana supaya aliran listrik tersambung kembali," pungkasnya. 

Pantauan media ini, warga Rusunawa yang datang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak yang masih balita. (jsn)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini