Sengketa Lima Desa

Ketua DPRD Kampar Kecam Arogansi Bupati Rohul

Redaksi Redaksi
Ketua DPRD Kampar Kecam  Arogansi Bupati Rohul
Ahmad Fikri, Ketua DPRD Kampar
BANGKINANG, riaueditor.com - Sengketa Lima Desa antara Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu yang belum juga usai dan kian memanas, Ketua DPRD Kabupaten Kampar angkat bicara mengecam tindakan agoransi yang dilakukan oleh Bupati Rokan Hulu, Achmad.

"Tindakan Bupati Rohul Ahmad jangan dibiarkan, diharapkan kepada pihak-pihak terkait harus secepatnya mengambil tindakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Ahmad Fikri kepada wartawan saat dimintai komentarnya,  Selasa (28/01) sore, di Bangkinang Kota.

Kembali memanasnya konflik Lima Desa di Tapung Hulu, pria yang akrab disapa Opik ini menghimbau kepada masyarakat di Lima desa agar dapat menahan diri dan tidak melakukan perlawanan karena bisa mengakibatkan kerugian bagi masyarakat juga nantinya.

"Saya harap masyarakat dapat menahan diri, jangan sampai ada terjadi bentrok. Nanti yang menjadi korban itu masyarakat sehingga yang rugi masyarakat," himbau Ketua DPD II Partai GOLKAR Kabupaten Kampar ini.

Fikri mengharapkan kepada pihak-pihak terkait tolong segera ambil tindakan. Sikap Achmad menurutnya sangat tidak bagus dan tidak beretika, jadi jangan sampai rakyat ikut terprovokasi dengan apa yang dilakukan Bupati Rohul.

"Kita sebagai rakyat Kampar sudah cukup lama menahan diri. Jangan sampai batas kesabaran rakyat Kampar habis, karena rakyat sudah siang malam menelpon mengenai persoalan Lima desa tersebut dan mereka nelpon setiap hari bagaimana sikap kita, namun saya selalu menyampaikan agar masyarakat menahan diri," terangnya.

Dikatakannya, kalau dilawan tindakan Bupati Rohul itu sama saja bodohnya dengan Achmad. "Jangan kita lawan tindakan Achmad tu, sama saja kita bodohnya," ujarnya.

Ditegaskan Fikri, tindakan yang dilakukan Achmad di Lima desa sudah lewat batas dan keterlaluan. Jangan sampai sikap menahan diri masyarakat Kampar ini dipandang sebelah mata, jika sudah habis kesabaran apapun yang terjadi tidak dihiraukan lagi termasuk perang.

"Namun, sekali lagi saya ingatkan agar masyarakat jangan sampai terpancing tetap menahan diri. Lagi-lagi kita minta kepada pihak terkait segera ini difasilitasi bagaimana konflik yang berlarut-larut ini antara Kampar dan Rohul agar segera bisa diselesaikan secepatnya," katanya.

Fikri juga mengingatkan Achmad agar menaati dan menerima putusan tertinggi yaitu Mahkamah Agung bahwa Lima desa masuk Kampar.

"Kita sudah toleran dengan menahan diri, kalau memang sudah tidak dapat ditolerir lagi perang pun tidak apa-apa. Sikap Ahmad ini bukan menunjukkan budaya kita orang Riau, jangan lagi membodoh-bodohi masyarakat," sebutnya.

Disebutkannya, bahwa sikap Achmad selama ini sudah sangat keliru sekali. Tolong taati putusan hukum tersebut, Jangan tunjukkan sikap arogan. Tunjukkan selaku warga negara yang baik karena negara ini adalah negara hukum.

"Keputusan sudah diberikan, tolong ditaati dan sebagai seorang Pamong tentu dia aturan dan hukum. Jangan diajarkan rakyat seperti itu agar melawan keputusan yang telah ditetapkan," pungkasnya.(bi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini