Kawanan Maling Hajar 6 Ekor Sapi

Redaksi Redaksi
Kawanan Maling Hajar 6 Ekor Sapi
images.net
PEKANBARU, Riaueditor.com - Nasib apes dialami seorang peternak sapi bernama Perwira Harahap (53) warga Jalan Sri Mersing RT05 RW09 Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Pasalnya, enam ekor sapi yang telah lama dipeliharanya raib digondol kawanan maling, Kamis (30/1) kemarin.

Akibat peristiwa tersebut, Perwira Harahap mengalami kerugian hingga Rp 40 juta dan melaporkannya ke Polsek Rumbai.

Informasi yang berhasil dihimpun Riaueditor dikepolisian, Rabu (05/1) siang, korban mengetahuinya jika enam ekor sapinya telah raib, saat dirinya terbangun dari tidurnya, Kamis (30/1) pagi, sekitar pukul 6.00 WIB.

Malamnya, Rabu (29/1) sekitar pukul 23.55 WIB, sebelum tidur korban masih mengecek keberadaan sapinya yang berda didalam kandang. Korban kemudian mengunci pintu masuk kandangnya dengan rantai yang dipasangi dengan gembok. Setelah semuanya dirasa aman, korban lalu masuk ke rumahnya dan langsung tidur.

Keesokan paginya, seperti biasanya korban bangun dan langsung menuju ke kandang untuk memberikan makan sapinya. Sesampai dikandang sapinya, korban kaget, dilihatnya enam ekor yang telah 3 tahun dipeliharannya raib dari kandangnya.

Korban pun berusaha mencari dan bertanya kepada para tetangganya, namun usaha korban sia-sia. Tidak terima enam ekor sapi miliknya raib, korban lalu melaporkannya ke Polsek Rumbai, dengan harapan agar pihak kepolisian dapat mengungkap dan memproses hukum pelakunya.

Kapolsek Rumbai AKP Franky Tambunan ST melalui Kanit Reskrim Iptu BT Siregar pada Riaueditor membenarkan adanya kejadian tersebut. "Laporannya telah kita terima, saat anggota masih melakukan penyelidikan terhadap laporan korban guna mengungkap pelakunya," ujar BT Siregar.(dm)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini