Kapolda Riau, Berita Percobaan Penculikan Siswa SDIT Al Bayan Pangkalan Kerinci Hoak

Redaksi Redaksi
Kapolda Riau, Berita Percobaan Penculikan Siswa SDIT Al Bayan Pangkalan Kerinci Hoak
riaueditor.com
Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain
PEKANBARU, riaueditor.com - Isu beredar terkait adanya berita upaya penculikan terhadap MH, pelajar berumur sebelas tahun yang bersekolah di SDIT Al-Bayan di Jalan Arbes, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, di bantah Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain.

"Tidak benar berita itu. Saya sudah komfirmasi ke Kapolresnya, diduga anak tersebut berkilah karena terlambat mengikuti Sholat Zuhur," ujar Zulkarnain Adinegara, Kamis (23/3/2017) siang.

Dijelaskan Kapolda, bahwa anak tersebut terbilang sangat cerdas sekali dalam menjelaskan kronologisnya. Diduga anak ini berpura-pura diculik untuk mengelabui para gurunya. Pasalnya dia terlambat dalam menjalankan sholat bersama di Mesjid yang diadakan sekolahnya pada Rabu (22/3/2017) siang.

"Saat ingin melaksanakan sholat bersama di Mesjid, MH pulang terlebih dahulu. Pasalnya rumah dan sekolahnya berdekatan, sehingga dia terlambat mengikuti sholat. Takut ketahuan oleh gurunya, maka diberikanlah alasan kenapa dia terlambat. Dengan alasan dirinya telah diculik orang," beber Irjen Pol Drs Zulkarnain.

Alasan pelajar kelas V itu terbilang brilian, terbukti dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah dilakukan upaya penculikan. Yang sebenarnya itu diduga cuma alasan dia supaya tidak dimarahkan oleh gurunya terlambat dalam mengerjakan sholat Zuhur bersama.

"Berita itu tidak benar, cuma diduga dia beralasan untuk tidak dimarahi gurunya karena terlambat dalam mengerjakan Zholat Zuhur bersama disekolahnya," ungkap Kapolda.

Sebelumnya, diberitakan telah terjadi percobaan penculikan siswa SDIT Al-Bayan di jalan Arbes Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan atas nama siswa Muhammad Hafidz siswa kelas V SDIT Al-Bayan pada Rabu (22/3/2017) sekira pukul 12.00 siang.
 
Informasi yang didapat riaueditor.com di TKP melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Usril SH bahwa percobaan penculikan dilakukan oleh sejumlah orang dengan menggunakan mobil Toyota Avanza, namun aksi mereka diketahui oleh seorang polisi yang berada didekat sekolah.
 
"Melihat ada polisi, si anak didorong keluar dari mobil dan kabur, polisi sempat mengejar namun tidak berhasil. Anggota lalu mengantarkan si anak ke sekolah. Infonya polisi menggunakan pakaian anggota. Namun polisi yang dimaksud masih belum diketahui siapa orangnya,” papar Kapolsek kepada riaueditor.com usai mendatangi TKP SDIT Al-Bayan.
 
Sementara itu, dari keterangan si anak Hafidz begitu dirinya dipanggil ‎menyebutkan bahwa dirinya baru pulang selesai makan di rumah lalu mau sholat Zuhur bersama siswa lainnya. Namun langsung datang mobil Avanza memepet.

”Saya disuruh masuk paksa kedalam mobil.Ada kain kayak diberi obat-obatan diletakkan kemulut lalu Hafidz pusing. Tapi Hafidz didorong keluar lalu mereka kabur. Hafidz diantar sama pak polisi ke sekolah,” ucapnya.
 
Kepala Sekolah SDIT Al-Bayan, Ust Gufron menyebutkan bahwa Hafidz sebelum kejadian pulang ke rumah, lalu ke sekolah mau sholat Zuhur jama’ah sama kawan-kawannya. Disaat hendak ke sekolah itu kejadiannya.  (gam)



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini