Ini Sosok Perempuan Sadis Pelaku Penyekapan 3 Bocah di Makassar

Redaksi Redaksi
Ini Sosok Perempuan Sadis Pelaku Penyekapan 3 Bocah di Makassar
(Foto: Okezone)
Meymey, pelaku penyekapan terhadap tiga bocah di Makassar.

MAKASSAR - Polisi akhirnya mengamankan Meilania Detaly (31) alias Meymey, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga bocah AW (11), DF (5), dan US (2) di sebuah ruko di Jalan Mira Seruni, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukang, Makassar. Meymey menyerahkan diri ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, usai kasusnya mencuat ke publik, Senin (17/9/2018) sore kemarin.

Informasi yang dihimpun, Meymey sebelumnya pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya pada 2017. Saat itu, Meymey sempat mendapat pertolongan dari P2TP2A Makassar.  

"Kami pernah bantu dari Dinas PPA karena merupakan korban KDRT penganiayaan oleh suaminya sendiri. Kami mediasi dia saat itu sampai datangkan pendeta untuk mendamaikan," kata Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar, Tenri Andi Palallo.

Tenri mengaku kecewa terhadap Meymey yang juga menelantarkan anak-anak angkatnya. "Kami merasa kecewa juga gagal. Kami anggap sudah bahagia tapi tiba-tiba anaknya melarikan diri di tokonya itu," ujar Tenri.

Di mata tetangganya, Meymey dikenal sebagai sosok yang temperamen. Sejumlah tetangga mengaku kerap mendengar anak-anak di ruko tersebut menjerit dan berteriak minta tolong saat dianiaya Meymey. Namun, mereka tidak berani menolong lantaran takut dengan sosok Meymey yang galak. 

"Di sini warga sudah biasa melihat anak-anak itu dipukul dan siksa. Mereka dipukul sama orang tuanya yang marah-marah karena telat pergi kerja," kata Ketua RT tempat Meymey tinggal, Nuraeni.

Selain kerap diperlakukan kasar, ketiga bocah malang itu juga sering tidak diberi makan. Salah seorang di antaranya yakni US (2), bahkan pernah dipergoki warga melambaikan tangan meminta makan kepada tetangganya. 

Tak kuat disiksa terus-menerus, ketiga bocah itu kemudian menyusun rencana pelarian. Mereka pun berhasil merusak gembok ruko tempat ketiganya disekap dengan besi pada Minggu (16/9/2018) malam. 

Usai berhasil melarikan diri, mereka berpencar. Sang sulung, AW lari ke rumah kerabat ibu angkatnya sementara dua lainnya DF dan US, ditemukan sekuriti dan dibawa ke kantor P2TP2A Makassar untuk ditindaklanjuti. Semalam, AW dijemput polisi dan dibawa menemui dua adiknya di kantor P2TP2A Makassar.

Sementara itu, sang ibu angkat saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar. Ruko tempat penyekapan ketiga bocah malang itu dipasangi garis polisi oleh petugas.

(sumber: inews.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini