Ini Kata Kapolres Terkait Isue Korban Tewas dalam Unjuk Rasa di Mapolres Meranti

Redaksi Redaksi
Ini Kata Kapolres Terkait Isue Korban Tewas dalam Unjuk Rasa di Mapolres Meranti
azw/riaueditor.com
Ini Kata Kapolres Terkait Isue Korban Tewas dalam Unjuk Rasa di Mapolres Meranti.
SELATPANJANG riaueditor.com - Simpang siurnya isue yang beredar mengenai penyebab dan jumlah korban jiwa akibat unjuk rasa masyarakat atas meninggalnya Adi di Mapolres Kepulauan Meranti dijawab oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar SIK, dalam wawancaranya bersama awak media, Kamis (25/08/2016) sore.

Dalam pernyataannya, Kapolres menyebutkan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia hanya satu orang atas nama Isrusli bin Ramli (40). “Jadi tidak benar ada korban meninggal lainnya,” tegas Kapolres.

Sedangkan untuk penyebab kematian korban, Kapolres mengakui belum bisa memberikan informasi mengenai penyebab pasti korban tewas. 

“Namun secara kasat mata, kita dapat melihat ada luka robek di kepala korban dan ini diperkirakan disebabkan oleh lemparan batu,” jelasnya.

Kapolres juga memastikan akan menurunkan tim independen untuk menyelidiki insiden ini. “Kita sedang menunggu tim dari provinsi untuk melakukan otopsi terhadap korban, sehingga diharapkan proses otopsi ini berjalan secara independen tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” tegas Kapolres.

(Baca Juga: Demo Masyarakat Selatpanjang di Mapolres Meranti Berujung Maut, Satu Warga Tewas)

Kapolres menambahkan, “Kami atas nama pihak Polres Kepulauan Meranti meminta maaf atas insiden ini. Mari kita hormati proses hukum yang berjalan, dan kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing untuk melakukan aksi anarkis yang justru akan merugikan diri kita sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Iqaruddin meminta kepada masyarakat agar berhenti menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, serta untuk tidak memposting poto-poto korban karena akan membuat pihak keluarga bertambah sedih.

Kepada seluruh masyarakat, kami berharap untuk bijak dalam menyikapi insiden ini. Jika hendak menyebarkan informasi, pastikan informasi itu bukan lah isu yang belum jelas kebenarannya.

Kami dan pemerintah daerah beserta tokoh masyarakat akan memantau perkembangan kasus ini dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan atau di zholimi dalam proses hukumnya.

"Sekali lagi kami harap masyarakat dapat menyikapi ini dengan kepala dingin dan biarkan pihak-pihak yang berwenang bekerja agar prosesnya berjalan lancar,” pesan Iqaruddin.(azw)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini