Hujatan Syarwan Hamid ke Gubri, Tokoh Riau Minta para Pihak Menahan Diri

Redaksi Redaksi
Hujatan Syarwan Hamid ke Gubri, Tokoh Riau Minta para Pihak Menahan Diri
Syarwan Hamid
PEKANBARU, riaueditor.com–  Saat ini, Provinsi Riau tengah menjadi sorotan di media Nasional. Hujatan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Riau, Syarwan Hamid dan Sumardi Taher yang ditujukan untuk Gubernur Riau, H Annas Maamun tampaknya sudah mulai meresahkan banyak kalangan. Untuk itu, para tokoh Riau meminta kepada para pihak untuk menahan diri agar kondisi ini tidak berlarut-larut dan meresahkan masyarakat.

Setidaknya 20 tokoh Riau bergantian untuk berbicara menyampaikan komentar dan saran atas konflik yang terjadi antara Syarwan Hamid, Sumardi Taher dengan Gubernur Riau, H Annas Maamun yang dituduh telah melakukan pelecahan kepada W.

Tampak hadir pada konfrensi pers panjang tersebut yakni, Tokoh masyarakat Prof Suwardi MS, Maizir Mit, Mardianto Manan, Suradi Paijan, Isjoni, Emrizal Pakis, dan beberapa tokoh lainnya. Sedangkan Abbas Jamil batal hadir karena alasan kesehatan.

Prof Suwardi MS merupakan tokoh masyarakat Riau yang pertama menyampaikan pandangannya dalam pertemuan tersebut mengatakan, aksi hujat yang dilakukan tokoh Riau yakni Syarwan Hamid dengan H Annas Maamun sangat bertentangan dengan budaya melayu yang menjunjung tinggi
musyawarah sebagai solusi penyelesaian masalah.

"Ini bertentangan dengan tunjuk ajar melayu, dimana kita apalagi tokoh saling lontar melontar, hujat menghujat. Seharusnya ini bisa diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kata mufakat," katanya, Rabu (3/9).

Setelah Suwardi MS, Prof  Dr Isjoni juga menyampaikan pandangannya terhadap konflik ini. Menurutnya, kedua belah pihak yang berselisih paham untuk menahan diri dan melakukan islah agar konflik ini tidak berkepanjangan.

"Jangan biarkan ini berlarut-larut, karena dikhawatirkan akan menganggu jalannya roda pemerintahan. Hentikanlah hujat menghujat sesama kita," tutur akademisi ini.

Sementara itu, Prof DR Tarmizi Husen mengatakan, persoalan yang diamati di publik, sesama orang Riau saling menjatuhkan satu sama lain. Bahkan, tidak ada kekompakan para tokoh masyarakat juga tidak kompak dalam membangun Riau ini.

"Padahal pak Annas Maamun baru saja duduk sebagai Gubernur Riau, kenapa tidak kita dukung, kita sokong beliau dalam menjalankan pembangunan di negeri ini. Jika kelemahan kita sama kita perbaiki, saya yakin kelamahan itu akan menjadi sebuah kehebatan untuk membangun
bumi Melayu ini," ujarnya.

Para tokoh yang berkumpul ini menyayangkan adanya perselisihan yang melibatkan beberapa tokoh di Riau ini. Sebut saja Sumardi Taher dan Syarwan Hamid yang secara terang-terangan mengecam Gubernur Riau H Annas Maamun atas tindakan asusila terhadap W yang tak lain putri
Sumardi Taher (Mantan Ketua PGRI) .

Para tokoh ini juga berharap konflik pribadi yang sudah sampai ke ranah hukum ini dapat diselesaikan secepatnya, dan meminta pihak yang berkonflik menahan diri.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini