Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan Eva Yuliana

Dwi Hadi: Rasanya Saya Tidak Percaya Kejadian Ini

Redaksi Redaksi
Dwi Hadi: Rasanya Saya Tidak Percaya Kejadian Ini
BANGKINANG, riaueditor.com- Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Kampar, Dwi Hadi, M.Si menghimbau semua pihak lebih bijaksana menyikapi persoalan yang terjadi saat ini antara warga  dengan Hj Eva Yuliana, SE bersama Jefry Noer, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik.

"Persoalan yang ada jangan dibesar-besarkan, jangan menjustifikasi dulu, kalau secara hukum penangananya harus melalui proses, prosedur dan aturan yang ada, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik," kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Kampar ini, Selasa (10/4/2014).

Dwi Hadi mengatakan, "Secara kepartaian, fraksi dan kelembagaan memang kami belum pernah membahas khusus masalah yang terjadi pada Ketua DPC Partai Demokrat, Hj Eva Yuliana, SE," ujarnya, Selasa (10/6/2014).

Dwi Hadi mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya sesama partai dan dewan begitu mendengar peristiwa itu di media-media benar-benar kaget dan menaruh rasa tidak percaya.

"Saya benar-benar kaget mendengar kabar itu dan tidak percaya, sebab saya kenal baik sejak 2007 dan selama dua periode mendampingi ibu Eva sebagai sekretaris Partai tidak pernah ketemu sifat-sifatnya ganas seperti yang ditulis di media-media itu," ucap Dwi.

Ia melanjutkan penilaiannya, "Begitu ganasnya ibu Eva dalam pemberitaan media, kami sangat heran, sebab kami tidak pernah ketemu, maka kami jadi bingung, belum yakin itu benar-benar seperti pemberitaan media, saya tahu betul karakternya dia dikenal sangat ramah dengan masyarakat," kata Dwi lagi.

Di partai saja, kata Dwi, kalau membahas persoalan yang terjadi kami berdiskusi, tapi berita-berita ngeri sekali mendengarnya.

"Sekali lagi saya menghimbau supaya kasus ini jangan dipolitisir, dibesar-besarkan, diselesaikan dengan baik, sayang Kampar sedang membangun, permasalahan Propinsi Aceh saja seruwet itu bisa diselesaikan dengan baik, apalagi kita satu atap, satu negeri, satu payung, kok tidak bisa diselesaikan permasalahannya," kata dia lagi.

Dikatakannya, kalau menyelesaikan masalah sudah memakai kata "Pokoknya harus begini, begitu, pokoknya ini dan itu ya kita semua jadi repot, apalagi kalau omongan sudah tidak didengar lagi, saya berharap menyelesaikan masalah itu tidak berdasarkan rasa tidak senang atau tidak, menyelesaikan masalah mencari kebenarannya bagaimana.

Persoalan ini juga sedang ditangani secara hukum, maka harus ada kepastian hukum dan kalau secara politik juga ada proses dan mekanismenya, jadi serahkan sepenuhnya pada pihak terkait yang berwenang, ujarnya. (Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini