Ditunggu Niat Baik PT RAPP Selesaikan Sengketa Lahan Gunung Sari

Redaksi Redaksi
Ditunggu Niat Baik PT RAPP Selesaikan Sengketa Lahan Gunung Sari
smi/riaueditor.com
Dua warga desa Gunung Sari yang ditahan di Mapolres Kampar, Rabu (12/2).
BANGKINANG, riaueditor - Penahanaan dua warga Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan oleh Kepolisian Resor Kampar sejak Rabu (12/2/2014) lalu, cukup mengejutkan. Betapa tidak, penahanan itu sekitar tiga pekan pekan setelah aksi unjuk rasa warga memblokir jalur darat truk pengangkut kayu milik PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Hamid, seorang warga Gunung Sari, mengungkapkan, warga berharap niat baik terkait penyelesaian konflik lahan. Permintaaan agar masalah cepat dicarikan solusinya sudah disampaikan kepada pihak PT RAPP.

"Sekarang lagi tunggu jawaban dari pihak RAPP. Warga sedang menunggu niat baik dari RAPP, sesuai dengan yang telah disepakati," ujar Hamid, Senin (17/2/2014) pagi.

Hamid menyebutkan, adapun dua warga yang ditahan yakni, Supriyono (48) dan Jumadi (40). Keduanya ditahan setelah dimintai keterangannya terakhir kali Rabu (13/2) lalu. Menurutnya, kasus yang menjerat keduanya adalah penyerobotan lahan.

Ia menyatakan, kedua warga tidak memiliki hubungan dengan aksi unjuk rasa pemblokiran jalan 20 Januari lalu. Ia sendiri pun tak tahu, kapan PT RAPP membuat laporan ke Polres Kampar terkait penyerobotan lahan.

"Mereka tidak ikut dalam aksi kemarin. Memang, sengketa lahan itu sudah lama. Tapi nggak tau kapan perusahaan melapor," ujar Hamid, pria yang juga salah seorang juru bicara warga saat dilakukan mediasi antara PT RAPP dengan warga saaat aksi kala itu.

Hamid mengatakan, letak lahan yang dipersengketakan dengan melibatkan kedua warga itu berada di sekitar perbatasan Kampar dengan Tanjung Pauh, Kuantan Singingi. Disebutkan, sengketa sudah berlangsung sekitar 2004 setelah warga mulai menanam Karet. Sementara oleh PT RAPP, lahan itu diklaim masuk konsesi.

"Jadi, situasi memanas setiap kali panen. Yang tau masyarakat, setelah perusahaan panen Akasia, lahan diserahkan kepada masyarakat," jelas Hamid.

Persengketaan antara PT RAPP dengan Gunung Sari merupakan buntut dari konflik daerah transmigrasi dengan lahan konsesi perizinan milik perusahaan. Warga menilai, perusahaan telah merampas lahan transmigrasi.(Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini