Jurnalis Foto Laporkan Dugaan Penganiayaan Saat Demo Buruh Bandung. (CNN Indonesia/Huyogo)Bukan hanya massa lain, wartawan peliput pun menjadi sasaran polisi yang berupaya mengamankan massa baju hitam di Bandung. Dua jurnalis foto yakni Iqbal Kusumadireza dan Prima Mulia mendapatan penganiayaan oleh polisi saat sedang merekam peristiwa mengamankan massa baju hitam tersebut.
Pada Kamis (2/5), dua jurnalis itu didampingi Tim Advokasi Jurnalis Indonesia (TAJI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung melaporkan kekerasan yang dialami mereka ke Propam Polrestabes Bandung.
"Jadi kita ini kita laporan dulu. Kalau ada bukti tambahan akan kita sampaikan. Untuk salah satu yang mengalami kekerasan (Rezza) sudah kita lampirkan pemeriksaan rumah sakit. Visum kalau dibutuhkan kita tunggu saja," kata Juru Bicara TAJI, Moh Abdul Muit Pelu.
Sebelumya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuding kelompok berpakaian hitam atau yang ia sebut kelompok anarcho syndicalism. Polisi, kata dia, pun melakukan penyelidikan keterkaitan kelompok baju hitam di Bandung dengan kota-kota lain pada saat May Day tersebut.
"Aksi May Day seluruh Indonesia relatif aman, tapi ada satu kelompok yang namanya Anarcho Syndicalism," kata Tito di Mabes Polri, Kamis (2/5).
Kelompok tersebut, kata Tito, identik dengan aksi vandalisme dengan simbol huruf A. Kelompok itu, lanjutnya, bukanlah fenomena lokal melainkan fenomena internasional yang sudah berkembang di luar negeri.
Tito menyebut kelompok anarcho syndicalism itu ada di sejumlah negara, antara lain Rusia, Eropa, Amerika Selatan, serta Asia.
Di Indonesia, sambung Tito, diperkirakan baru berkembang beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, kelompok itu disebut muncul di Jogja dan Bandung.
"Sekarang juga ada di Surabaya, ada di Jakarta, dan mereka sayangnya melakukan aksi kekerasan, vandalism, coret-coret simbol A, ada yang merusak pagar," ujar Tito.
(cnnindonesia.com)