Cegah Konflik, HNSI dan Satpolair Polres Rohil dan Polres Labuhan Batu Lakukan Mediasi

Redaksi Redaksi
Cegah Konflik, HNSI dan Satpolair Polres Rohil dan Polres Labuhan Batu Lakukan Mediasi
rd/riaueditor
Cegah Konflik, HNSI dan Satpolair Polres Rohil dan Polres Labuhan Batu Lakukan Mediasi
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Pasca dibakarnya Kapal Nelayan Sei Berombang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumatra Utara beberapa waktu lalu. Pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indoneaia (HNSI) Labusel dan HNSI Rokan Hilir melakukan pertemuan mediasi. pertemuan ini dijembatani oleh Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Rohil dan Satpolaiar Polres Labuhan Batu.

Pertemuan dilakukan di Mako Polair Polres Rohil, Ahad (21/2) siang. Selain unsur ini, pertemuan juga dihadiri oleh pihak pemerintahan Rokan Hilir dari Diskanlut serta TNI-AL.

Kasatpolair Polres Rohil, AKP Yudi Setiawan mengatakan, pertemuan ini pasca terjadinya penangkapan 2 Kapal Motor (KM) milik nelayan Labusel pada Kamis lalu dan berujung kepada pembakaran salah satu kapal oleh nelayan Pasir Limau Kapas. Kapal ini digunakan oleh nelayan Sei Berombang melakukan penangkapan Ikan diperairan Rohil dnegan pukat Tarik yang dilarang oleh pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut masing masing pihak mengemukakan kondisi dan keinginan yang ada, di mana inti dari pertemuan tersebut, masing masing pihak tidak menginginkan terjadi konflik antara Nelayan Panipahan dan Nelayan Sei Berombang di kemudian hari.

Dalam pertemuan itu juga dihasilkan komitmen yang dirumuskan secara bersama-sama untuk mengatasi konflik antara nelayan Panipahan dan nelayan Sei Berombang.

Ada lima kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak, pertama, HNSI Labuhan Batu dan HNSI Rokan Hilir akan melakukan upaya nyata di lapangan guna mencegah konflik nelayan di perbatasan Riau dan Sumut, yakni melalui sosialisasi kepada seluruh nelayan di wilayah masing masing sampai dengan tingkat paling bawah.

Kedua, HNSI Labuhan Batu dan HNSI Rokan Hilir akan menyelesaikan terhadap setiap permasalahan yang timbul secara kekeluargaan di kemudian hari. Ketiga, HNSI Labuhan Batu dan HNSI Rokan Hilir sebagai perwakilan nelayan tidak akan berbuat anarkis menyikapi permasalahan yang terjadi di kemudian hari.

Rencana kegiatan ke depan adalah segera melakukan pertemuan dengan nelayan di wilayah masing-masing untuk mensosialisasikan hasil komitmen bersama tersebut, sehingga tidak hanya di kalangan tingkat pengurus HNSI saja, tetapi dapat dipahami di nelayan tingkat bawah.

Kasat menjelaskan juga, dari kejadian saat itu, dua nakhoda ditetapkan sebgai tersangka dan ditahan di Mapolsek Bangko. Sedangkan empat orang ABK sudah dipulangkan ke Sei Berombang.(rd)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini