Astaga!! Korban Tewas Miras Oplosan di Sleman Menjadi 24 Orang

Redaksi Redaksi
Astaga!! Korban Tewas Miras Oplosan di Sleman Menjadi 24 Orang
ilustrasi
SLEMAN –  Korban akibat minuman keras (miras) oplosan terus bertambah dan jumlahnya sudah mencapai 24 orang. Untuk mengumpulkan barang bukti tambahan, polisi Minggu (7/2) sore mendatangi rumah penjual dan sekaligus peracik miras oplosan Sasongko (45) dan istrinya Sori Badriah (42) warga Dusun Amabrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar mengatakan, Sasongko dibantu istrinya dibantu istrinya meracik sendiri miras oplosan menggunakan etanol 96 %, ditambah air, sitrun, sari manis dan aroma rasa buah salak atau jeruk.

Dari data yang dimiliki, jumlah korban yang diduga kuat meminum miras oplosan dari penjual itu sudah bertambah 21 orang. "Sabtu siang, ada dua orang meninggal di RS Sardjito, jadi jumlahnya sudah ada 21 orang," katanya Minggu (7/2).

Dari 21 orang itu, kebanyakan mereka meninggal di sejumlah rumah sakit yang ada di Yogyakarta. Namun, dua korban yang merupakan perempuan ditemukan meninggal di kos daerah Kanoman, Dusun Karangjambe, Banguntapan, Bantul pada Jumat (5/2) malam.

Selain 21 orang itu, terdapat tiga korban lain yang berada di daerah Seyegan, Sleman.

Polisi pun telah menangkap pedagang miras Murtini dan suaminya, Priyantono warga Seyegan, Sleman beserta barang bukti miras yang belum terjual sebanyak 33 botol miras ukuran 600 mili liter.

Hanya saja, berbeda dengan kasus miras yang dijual Sasongko, penjual miras di Seyegan itu tidak memproduksi miras sendiri melainkan hanya menjual miras hasil kulakan. "kasusnya ditangani di Polsek Seyegan," ucap Sepuh.

Dari korban miras yang jumlahnya mencapai 24 orang itu, diketahui sebagian besar merupakan warga luar Jawa sebanyak 14 orang dan 10 orang berasal dari DIY. Korban pun kebanyakan menenggak miras oplosan itu berkelompok dan merupakan mahasiswa. "Pembeli miras oplosan ini diantaranya memang dari kalangan mahasiswa," tandas Sepuh.


(Grahadi/kriminalitas.com)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini