Alert! Skenario Terburuk, Kasus Corona DKI Capai 8 Ribu Orang

Redaksi Redaksi
Alert! Skenario Terburuk, Kasus Corona DKI Capai 8 Ribu Orang
REUTERS/Beawiharta
Foto: Kota Jakarta

JAKARTA - Skenario terburuk sudah dipetakan oleh pemerintah terkait dengan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Jakarta. DKI Jakarta hingga Kamis (26/3), sudah ada 472 kasus positif.

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono mengatakan Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia memang paling banyak jatuh korban akibat virus ini.

"Dari hasil simulasi, Jakarta paling banyak, skenario terburuk bisa mencapai 6-8 ribu korban, pemerintah segera bertindak cepat dengan mengubah Wisma Atlet jadi RS darurat," katanya saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Wisma Atlet disulap menjadi RS Darurat Virus Corona hanya dalam hitungan 4 hari. Perubahan Wisma Atlet menjadi RS Darurat Corona melibatkan banyak instansi di antara adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, TNI, Polri, PMI hingga relawan.

"RS sudah operasional pada (23/3) tepat pada pukul 17.30 WIB, pasien yang sudah diterima sampai saat ini hari pertama (24/3 pagi) 74 pasien, pada 25 pagi 178, dan sekarang ada 208 pasien." terangnya.

RS ini memiliki kapasitas 3 ribu tempat tidur yang berada di tower 2 dan tower 7. Manakala ada kejadian terburuk, maka tower 4 dan 5 akan dimanfaatkan juga sebagai RS. Menurutnya, RS darurat virus corona ini berbeda dengan RS pada umumnya.

"Karena RS ini menerapkan sistem pelayanan visit video call, self karantina, ketiga limitasi kontak dengan petugas. Keempat, apabila makin berat dirujuk ke RS rujukan," terangnya.

Bagi pasien yang ingin berobat ke RS ini, bisa datang langsung, turun di lobi RS seperti pada kunjungan ke RS pada umumnya. Selanjutnya akan diperiksa dan ditentukan langkah selanjutnya. Namun, bisa juga menghubungi Call Center 119.

"Nanti dari petugas akan dijemput dan diantar," katanya.

(CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini