8 Tahun Digeroti Sakit, Darwis Alkadam Wafat di Usia 47 Tahun

Redaksi Redaksi
8 Tahun Digeroti Sakit, Darwis Alkadam Wafat di Usia 47 Tahun
Alm, Darwis Alkadam Wafat di Usia 47 Tahun.
PELALAWAN, riaueditor.com - Pemkab Pelalawan dirundung duka nestapa di pertengahan bulan Ramadhan 1436 H. Pasalnya, pada Jumat subuh kemarin (3/7) sekitar pukul 04.30 WIB, Kabupaten Pelalawan kehilangan putra terbaiknya yakni Darwis Alkadam M.Si, yang tutup usia di Rumah Sakit Arifin Ahmad dalam usia 47 tahun.

"Kami, Pemerintahan Daerah Pelalawan, turut berduka cita, berbelasungkawa atas kepergian Kakanda kami, salah seorang putra terbaik yang dimiliki daerah ini yakni almarhum Darwis Alkadam M.Si. Almarhum adalah putra terbaik yang dimiliki daerah ini sejak Kabupaten ini berdiri, dan ikut sama-sama membangun daerah ini sehingga almarhum memiliki andil yang cukup besar dalam membangun Kabupaten Pelalawan sampai seperti saat ini," terang Sekretaris Daerah Pelalawan, Drs HT Mukhlis, saat melepas jenazah almarhum mantan Kabag Humas dan Kadisdik Pelalawan, Darwis Alkadam M.Si, ke tempat peristiarahatan terakhir, Jumat (3/7).

Sekda menjelaskan bahwa selama ini dirinya mengenal almarhum sebagai sosok yang dekat dengan golongan dan segala lapisan masyarakat. Karena itulah, saat menjadi Kabag Humas Setda Pelalawan, tak ada persoalan yang tak bisa ditanganinya. Apalagi kelebihannya yang mampu berbaur dengan semua golongan dan lapisan, membuat setiap beban kerjanya menjadi lancar.

"Bagi Pemda Pelalawan, almarhum adalah orang baik, seorang pemikir, pekerja keras dan konseptor," ujarnya.

Meski penyakit telah cukup lama mendera almarhum, sambungnya, namun semangat dan kinerjanya tak pernah menurun. Menurutnya, penyakit

yang diderita almarhum itu selama ini hanya bisa menggerogoti fisiknya saja tapi tidak pemikirannya. Karena di tengah keterbatasan

fisiknya akibat penyakit, almarhum masih tetap berpikir dan bertindak selaku konseptor.

"Bagi saya pribadi, almarhum adalah sosok yang luar biasa," tandasnya.

Hal yang kurang lebih sama disampaikan juga oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pelalawan, Md Rizal, saat almarhum menjadi Kepala Dinas

Pendidikan Pelalawan. Menurut MD Rizal yang kini menjadi Kadinsos, bahwa selama dirinya bekerja bersama beliau dalam kapasitas atasan dan bawahan, MD menilai almarhum adalah seorang yang sangat agamis dan sangat demokratis serta bersahaja.

"Dia (almarhum Darwis) sangat mengayomi seluruh stafnya, sehingga kita tak segan atau malu bertanya jika ada yang tak mengerti," katanya.

Kesan yang tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Kadiskes Pelalawan, Dr Endit RP. Menurut Endit yang menjabat sebagai Sekretaris Diskes pada saat almarhum menjadi Kadiskes mengatakan bahwa dirinya banyak belajar dari almarhum tentang bagaimana cara berpikir dan bertindak.

"Dan almarhum memang seorang pemikir. Almarhum banyak sekali memiliki ide untuk kemajuan dan pembangunan di Kabupaten Pelalawan. Jadi wajar jika Pemkab Pelalawan atau kita semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum," katanya.

Kesan yang sama juga terekam dalam benak bawahannya yang lain yang kini telah menjadi Kabah Humas Setda Pelalawan, Arif Rifani. Menurutnya, hal yang teringat dalam benaknya adalah bahwa almarhum adalah sosok yang hangat, ramah, baik dan mau memberikan arahan pada anak buahnya.

"Jadi kalau ada hal yang tidak tahu, kita jadi tak segan untuk bertanya," ujarnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini