Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian"Pedagang pasar itu berasal dari berbagai daerah. Dari Bogor, Bekasi, Depok, bahkan ada yang dari Sukabumi berkumpul di situ. Yang belanja juga dari mana-mana, termasuk juga warga kita," ujar Widyastuti.
"Di situlah terjadi interaksi yang intens, sehingga kalau kita temukan lebih cepat kemudian dilakukan langkah-langkah pengamanan, tentu kita membantu juga bukan hanya Jakarta tapi juga tetangga kiri kanan kita," tambahnya.
Saat ini, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan dinas-dinas kesehatan dari kabupaten/kota tetangga terkait upaya peningkatan penelusuran kontak atau contact tracing.
"Seandainya ketemu di kami, kami laporkan bahwa ada warga Bogor misalnya yang positif, ayo di-tracing untuk dilakukan pendalaman. sehingga lagi tidak masuk kembali lagi ke kita," tuturnya.
Diketahui, pasar-pasar tradisional di Jakarta sudah kembali buka. Sebagai bagian protokol pencegahan Covid-19, Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil genap kios.
"Harus ganjil genap, karena memang saat ini kapasitasnya hanya boleh 50 persen demi keselamatan pedagang," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di kawasan Stasiun Sudirman, Rabu (17/6).
(CNNIndonesia.com)