Danrem 031/Wirabima: Data Kebakaran Hutan & Lahan Di Provinsi Riau Turun

Redaksi Redaksi
Danrem 031/Wirabima: Data Kebakaran Hutan & Lahan Di Provinsi Riau Turun
puspen tni
Danrem saat memimpin rapat Karhutla di Posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jumat ((21/10/2016).
PEKANBARU, riaueditor.com - Jumat (21/10/2016), Komandan Komando Resort Militer (Korem) 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi (Han) mengatakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan berkurang sejak tahun 2015 hingga 2016 ini.

"Strategi penanganan berupa pencegahan dan penindakan yang dilakukan dirasa cukup sukses menekan angka titik api. Bahkan, kabut asap di tahun 2014 sempat terbang ke negara tetangga, kini tidak terjadi lagi," Kata Danrem saat memimpin rapat Karhutla di Posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jumat ((21/10/2016).

Hadir dalam rapat tersebut Kadisops Lanud RSN, Kepala BPBD, Kepala BMKG, Kepala Dinas Perkebunan, kabag Binlat ops Polda Riau serta perwakilan dari instansi lainnya.

Danrem menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan sesuai dengan perintah Panglima dan Presiden bahwa tahun ini harus dilakukan pencegahan yang tentunya lebih hemat dan ekonomis dibanding tindakan pemadaman.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) penanggulahan Karhutla Provinsi Riau yang beranggotakan BPBD, Satgas Udara (TNI AU) dan Satgas Gakkum (Polri) ini juga berterima kasih kepada masyarakat yang ikut berperan dalam mencegah kebakaran lahan.

"Satgas kita selalu membuat program, rencana kontigensi, pemetaan wilayah dan kondisi cuaca, kemudian baru dibuat konsep penanganan karlahut, tapi titik berat ada pada upaya pencegahan. Dalam upaya pencegahan ini, saya terus melakukan evaluasi sejak 2014, dan grafiknya menurun," kata Danrem.

Pihaknya bahkan terus menggelar rapat bersama tim satgas di berbagai institusi seperti Polri, BPBD, serta Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk menekan kasus kebakaran lahan, itu dilakukan intens dalam kurun 3 tahun.

"Alhamdulillah, selama kurun tiga tahun terakhir grafik titik api terus menurun. Jika tahun 2014 misalnya ada 100 titik, tahun 2015 menjadi 30 titik. Artinya terjadi penekanan tingkat kebakaran lahan hingga 70 persen," katanya.

Dikatakan Danrem, tahun ini ditargetkan upaya pencegahan lebih maksimal, yakni mampu menekan angka titik kebakaran lahan dengan persentase yang tinggi, mencapai 80 persen tingkat keberhasilan.

"Berbagai upaya pencegahan Karhutla dilaksanakan dengan membuat sejumlah program yang salah satunya dibebankan kepada Tenaga Pembina Desa (Gabinsa)," ucapnya.

Menurut Danrem, selain Gabinsa yang terus merapat di tiap desa, kemudian juga ada peran kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiap kabupaten dan kota.

Program pencegahan Karhutla lainnya adalah program desa bebas api. Ini diperlombakan dengan hadiah berupa sarana senilai Rp100 juta. Sarana yang dimaksud adalah perangkat untuk mengantisipasi Karhutla.

"Program dan strategi kita dalam pencegahan dan penindakan karhutla, menjadi contoh bagi propinsi lain yang juga terjadi kebakaran. Itu juga atas intruksi pemerintah pusat," imbuh Danrem.

Kebakaran lahan di Riau sudah berlangsung lebih dari 18 tahun, dan selama ini masyarakat hidup dengan asap, maka untuk men-zero-kan titik kebakaran lahan di Riau tidaklah mudah, semua pihak harus terlibat.

"Di Riau kondisi lahannya 60 persen gambut, jika terbakar tidak serta merta asapnya hilang. Apinya padam, tapi masih membara dan asap akan bertahan satu hingga dua pekan," katanya.

Makanya, lanjut Danrem, begitu diketahui terdapat titik kebakaran lahan di suatu wilayah, langsung diutus prajurit untuk melakukan upaya pemadaman. Bahkan prajurit TNI membuka tenda dan tidur di sekitar lahan yang terbakar.

"Sengaja kita stanby kan prajurit di lokasi rawan karhutla. Bahkan kita bangun posko dan kita jadikan tempat latihan militer. Tujuannya untuk mengantisipasi jika kebakaran kembali terjadi di kawasan tersebut," pungkas Danrem.(Penrem031/Wirabima)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini