UPT SDN 010 Teluk Kenidai Jajaki Kerjasama Peningkatan Literasi Murid

Redaksi Redaksi
UPT SDN 010 Teluk Kenidai Jajaki Kerjasama Peningkatan Literasi Murid
Penjajakan kerjasama di bidang literasi antara SDN 018 Teluk Kenidai dengan Yayasan Pendar Nusa.(Foto: Ist)

KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Teluk Kenidai saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan Yayasan Pendar Nusa untuk peningkatan mutu literasi murid di sekolah tersebut. Akan dibuat semacam MoU dengan yayasan tersebut.

Zainal, S.Pd, Kepala UPT SDN 018 Teluk Kenidai kepada jejakriau.co menerangkan, yayasan ini adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, termasuk bidang pendidikan.

"Yayasan ini nantinya akan mensupport suplemen kurikulum Aku Cinta Membaca. Tujuannya meningkatkan literasi siswa kita," terang Zainal.

Hal ini sejalan dengan program sekolah yang tengah melaunching perpustakaan sekolah. Yayasan ini bersedia untuk membantu pengadaan buku perpustakaan. Saat ini kedua pihak tengah mengonsep seperti apa MoU yang akan dibuat.

Dalam pertemuan awal yang sudah dilaksanakan, program ini akan melibatkan tiga pihak, yakni UPT SDN 018 teluk Kenidai, pihak pemerintah desa dan Yayasan Pendar Nusa.

"Pertemuan selanjutnya akan melibatkan tiga pihak tadi, Pemdes, UPT SDN 018 dan pihak yayasan," terang Zainal lagi.

Pihak sekolah sangat menyambut baik program ini karena sesuai dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Di mana dalam kurikulum baru ini diutamakan pada literasi yang tentunya akan sangat relevan.

Yayasan Pendar Nusa sendiri merupakan yayasan yang berbasis di Pekanbaru, bergerak di bidang sosial. Termausk di bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Di SDN 018 Teluk Kenidai sendiri, saat ini juga melaksanakan beberapa kegiatan harian yang mendukung pelaksanaan penerpaan Kurikulum Merdeka. Yang mana pada Kurikulum Merdeka ini konsen terhadap karakter dan pembinaan akhlak.

Para guru setiap hari melakukan kontrol terhadap anak didik dimulai dari hal-hal terkecil. Misalnya menegur anak yang membuang sampah sembarangan. Sehingga itu anak akan terdidik dan terbiasa ke depannya untuk menjaga kebersihan.

Isu bulying juga menjadi perhatian sekolah. Dari berbagai kasus, biasanya bulying atau perundungan ini terjadi saat anak di luar pantauan, misalnya pada jam istirahat. Sekolah telah membuat spanduk

Di rumah, pihak sekolah juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi jadwal solat anak. Ini juga merupakan upaya pembiasaan akhlak mulia terhadap anak.

Bahkan, pada akhir semester nanti, pihak sekolah tak lagi memberi hadiah kepada yang mendapat peringkat terbaik secara akademik, namun yang diumumkan dan diberi reward adalah anak yang memiliki karakter terbaik.(Andi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini