HGN dan HUT PGRI 2023, Momen Refleksi Diri Guru

Redaksi Redaksi
HGN dan HUT PGRI 2023, Momen Refleksi Diri Guru
Ketua MKKS Mawar Serantau Kampar Kiri yang juga Kepala UPT SMPN 4 Siak Hulu, M. Hujnani, S. Pd, M. Pd.(Foto: Andi/riaueditor)

KAMPAR - Hari Guru Nasional (HGN) 2023 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di tahun 2023 ini menjadi refleksi perjalanan menjalani profesi sebagai seorang guru.Merefleksi kembali apa yang telah dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan oleh M. Hujani, S. Pd, M. Pd, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Mawar Serantau Kampar Kiri menanggapi momen peringatan HGN dan HUT PGRI 2023 tahun ini.

"Di hari besar guru tahun ini, kita refleksi lagi, kesalahan dan kekurangan-kekurangan. Apa saja yang sudah dilakukan untuk peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran," terang Hujani.

Selain itu, refleksi yang lebih penting adalah apa dan bagaimana berjalannya peran seorang guru dalam mengajar. Pada prinsipnya, hasil refleksi itu akan menjadi umpan balik, menjadi perbaikan agar lebih baik ke depan.

Saat ini ada satu hal yang sering terlupakan oleh guru. Yaitu, guru lebih sering mengganggap dirinya adalah seorang pengajar dan seolah-olah peran sebagai seorang pendidik terlupakan. Padahal, peran penting guru adalah sebagai pendidik dan pengajar.

"Nah, kalau salah satunya tidak terlaksana, akan ada ketimpangan. Tak bisa hanya memberi ilmu, namun harus juga diimbangi dengan akhlak, sikap dan tingkah laku," ujar Hujani.

Terlebih lagi, saat penerapan Kurikulum Merdeka saat ini, ada penerapan P3 (Profil Pelajar Pancasila). Di sini adalah bagaimana seorang pendidik menerapkan P3 dalam kegiatan pembelajaran yang akan berdampak pada sikap dan tingkah laku para peserta didik di dalam dan luar lingkungan sekolah.

Seorang peserta didik harus dibina tak hanya dari segi kemampuan kognitif saja, tetapi output dari pembelajaran adalah menghasilkan anak atau peserta didik cerdas dan berakhlak mulia.

Ditekankan Hujani lagi, masalah ke depan adalah menghadapi kehidupan society 5.0. Yakni masyarakat yang memiliki akhlak yang baik dan kemampuan yang mumpuni.

"Dua ini harus berbarengan. Jadi ini adalah momen refleksi diri kita sebagai guru, apa yang sudah kita perbuat," tutur Hujani.

Berbicara kesejahteraan, diakui Hujani memang ada ketimpangan dan jauh dari harapan. Apalagi guru yang berstatus honorer komite. Hal itu kata Hujani bisa saja nantinya berdampak pada mutu dan kualitas pendoidikan di satuan pendidikan.

"Namun sering saya sampaikan, ketika kita sudah memilih dan mengazamkan diri menjadi seornag guru pendidik, segala konsekuensinya harus kita terima. Termasuk gaji. karena itu adalah pilihan hidup," papar Hujani.

Saat ini, Hujani yang juga Kepala UPT SMPN 4 Siak Hulu ini melihat, ada secercah harapan untuk peningkatan kesejahteraan para guru, yakni dengan dibukanya penerimaan Guru P3K.

"Semoga guru-guru kita ke depan bisa lebih sejahtera, lebih maju pula kualitas dan mutu pendidikan kita," tutup Hujani mengakhiri.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini