Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, ITB Wisuda 5420 Lulusan

Redaksi Redaksi
Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, ITB Wisuda 5420 Lulusan
capture youtube

BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Wisuda Pertama Tahun Akademik 2023/2024, Sabtu (28/10/2023). Kegiatan diselenggarakan di Auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kampus ITB.

Wakil Rektor ITB Prof. Dr. jaka Sembiring, MM saat membacakan Surat Keputusan Rektor ITB tentang Lulusan beserta Yudisium Program Sarjana, Magister dan Doktor untuk Wisuda Periode Oktober 2023 menyampaikan, ada sebanyak 5420 lulusan ITB yang diwisuda hari ini. Untuk program sarjana sebanyak 3581, magister 1.722, dan doktor 117 orang.

Dalam wisuda ini, sebanyak 2.124 lulusan mendapatkan predikat cumlaude, 1.514 untuk lulusan program sarjana, 570 lulusan program magister, dan 40 lulusan program doktor.

Adapun wisudawan dengan IPK tertinggi untuk program sarjana diraih oleh Fachriza Andhika Putra dari Program Studi Teknik Kimia FTI dengan IPK 3.99 dan IP 4. Untuk program magister wisudawan dengan IPK 4.0 sebanyak 40 orang dan program doktor 6 orang.

Untuk wisudawan termuda, yakni Zivanka Nafisa Wongkaren untuk program sarjana dari FTMD dengan usia 19 tahun 1 bulan, Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai untuk program magister dari FTSL dengan usia 21 tahun 03 bulan dan Putu Veri Swastika untuk program doktor dari FMIPA dengan usia 26 tahun 4 bulan.

"Pesan kami kepada seluruh wisudawan untuk selalu menjaga nama baik almamater Institut Teknolofi Bandung," tutup Prof. Jaka Sembiring.

Di kesempatan yang sama, Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D yang sebelumnya telah membuka kegiatan wisuda, memimpin pengambilan janji lulusan.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa wisuda hari ini bertepatan dengan hari baik, yakni bertepatan dengan 95 Tahun Sumpah Pemuda. Reini menjelaskan arti sarjana, yakni orang yang pandai atau memiliki ilmu pengetahuan.

"Jika suatu capaian dalam penguasaan pengetahuan diikuti dengan perilaku yang dipandu oleh pengetahuan tersebut, maka ini menghasilkan aopa yang disebut sebagai integritas kesarjanaan," papar Reini mengingatkan tentang integritas, pengetahuan dan moralitas.

Dengan diraihnya gelar akademik sebagai bentuk pengakuan terhadap

kompetensi, tanggung jawab yang diemban pun lebih tinggi untuk berkiprah dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

"Kita semua percaya dan berharap bahwa para lulusan dapat berperanan bukan saja sebagai agent of knowledge, melainkan juga sebagai agent of morality. Sebab, tanpa moralitas, penguasaan pengetahuan menjadi sesuatu yang kurang berguna bagi kehidupan," kata Rektor.

Atas dasar ini, penting untuk seorang sarjana berupaya terus-menerus untuk mengembangkan dan memperkuat perilaku kesarjanaan, sehingga membentuk integritas kesarjanaan.

Menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045, Prof. Reini percaya setiap lulusan ITB mengemban peranan kunci dalam berbagai bidang.

"Kemajuan bangsa Indonesia membutuhkan kemajuan dan penguasaan pengetahuan para sarjana. Ini harapan kita bersama. Saya percaya harapan ini akan terwujud jika para sarjana semakin memiliki integritas kesarjanaan yang kuat,” tuturnya.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini