Warga Keluhkan PSB di SMAN 2 Selatpanjang Ditodong Rp1,3 Juta

Redaksi Redaksi
Warga Keluhkan PSB di SMAN 2 Selatpanjang Ditodong Rp1,3 Juta
SELATPANJANG, riaueditor.com- Begitu sampai di Meranti, pendidikan gratis seperti "Tong kosong Nyaring bunyinya" tidak sebagaimana yang dikoar-koarkan para pejabat teras Meranti, hal ini dialami beberapa warga Kepulauan Meranti yang ingin mendaftarkan putera-puterinya di SMAN 2 Selatpanjang, mereka langsung ditodong dengan angka sebesar Rp1.350.000.

Jafar (62), orang tua salah seorang calon siswa di SMAN 2 Selatpanjang tampak kaget ketika panitia Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri 2 Selatpanjang mematok sejumlah biaya masuk sekolah. Ada pun uang wajib ini untuk keperluan membayar seragam sekolah. Berita baiknya, uang sejumlah Rp1.350.000 ini dapat diangsur pembayarannya.

Namun bagi masyarakat miskin seperti Jafar, uang sebesar ini tentulah memberatkan. "Terus terang saya tak mampu membayarnya. Kalau memang harus pakai seragam, kami siap. Tetapi seragam tidak boleh dibuat sendiri, calon siswa wajib membayar ke pihak sekolah," keluh Jafar.

Sementara, jika dibuka kembali kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti yang menyebut tidak ada pungutan penerimaan siswa baru (PSB), apa yang dilakukan panitia PSB ini tentu saja tidak senada dengan koar-koar pejabatnya.

"Ya kita minta Pemkab tegas soal ini, anak saya terancam tak bisa menyambung sekolah," ungkap Jafar lagi.

Dengan alokasi anggaran pendidikan yang sangat besar dari APBD Kepulauan Meranti, wajar kiranya pemerintah mencanangkan pendidikan gratis. Namun, keadaan si SMAN 2 ini patut dipertanyakan, kenapa justru pihak sekolah membuat kebijakan memungut biaya masuk sekolah hingga jutaan rupiah.

Jafar juga meminta kesadaran panitia untuk memihak pada masyarakat miskin yang ingin menyekolahkan anaknya. "Janganlah keadaan seperti ini dikomersilkan, apalagi sekarang biaya ekonomi tinggi, mana hari raya Idul Fitri juga sudah dekat," sebut Jafar berharap.

Dari keterangan sejumlah orang tua calon siswa si SMAN 2 lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. "Ya, katanya uang itu (Rp1.350.000-red) untuk membuat pakaian seragam sekolah. Terus terang, uang sejumlah itu memang berat, tapi harus bagaimana lagi kalau itu memang peraturan sekolah," kata Ana (43), wali murid calon siswa lainnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Bahtiar menegaskan, dari awal Disdik Meranti sudah menetapkan tidak ada bentuk pungutan biaya masuk sekolah, termasuk seperti kebijakan pihak panita penerimaan siswa baru SMA Negeri 2 Selatpanjang yang menetapkan biaya sebesar Rp.1.350.000/siswa tersebut.

"Ingat, kita tidak pernah membuat aturan pungutan biaya masuk sekolah. Baik untuk tingkat SD, SMP maupun SMA. Terkait persolan ini, kita segera memanggil pihak panitia dan kepala sekolah untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawabannya. Kita tidak ingin ada anak usia sekolah gagal bersekolah hanya karena kebijakan seperti ini," kata Bakhtiar.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Selatpanjang Drs Darusamin, terkait masalah ini belum bisa dikonfirmasi.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini