Siswa di Pelalawan Diliburkan Lagi Hingga Idul Adha, Wali Murid Resah

Redaksi Redaksi
Siswa di Pelalawan Diliburkan Lagi Hingga Idul Adha, Wali Murid Resah
foto: Ist
PELALAWAN, riaueditor.com - Baru sehari masuk sekolah pasca Libur 3 pekan, hari ini Senin (21/9) akibat kabut asap, para siswa kembali diliburkan untuk tiga hari ke depan. Libur situasional ini kembali diberlakukan mengingat kabut asap kembali muncul.

Pada tanggal 25 September, para siswa kembali masuk seperti biasa. "Tapi itu juga melihat kondisi dulu, kalau kabut asap masih seperti sekarang, bisa jadi kembali diliburkan," tegas Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Drs Syafruddin Kamal, melalui Kabid Kurikulum Disdik Pelalawan, Salbiah SPd, pada media ini via selulernya, Senin (21/9).

Dijelaskan Salbiah, bahwa libur situsioanal ini akan dimulai dari Selasa besok sampai Kamis mendatang (22-24/9) tepat Libur Idul Adha, dan Jumat-nya akan kembali masuk. Pihaknya berharap selama libur situsional ini, para siswa tak banyak keluar rumah. karena itu pihaknya mengharapkan agar sekolah dapat memberikan pekerjaan rumah atau tugas-tugas, khususnya bagi Kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA/SMK.

"Soalnya kan mereka sebentar lagi akan menghadapi ujian, pun juga tahun depan Ujian Nasional. Latihan-latihan soal harus diperbanyak," katanya.

Hal ini juga, sambungnya, sebagai bentuk terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pihak sekolah agar para siswa jangan sampai terlalu ketinggalan pelajaran. Dan untuk tahun ajaran ini juga, classmeeting juga ditiadakan karena nantinya, classmeeting akan diisi oleh penambahan jam belajar agar target kurikulum yang kemarin molor akibat libur situsional dapat tercapai.

Sementara itu, sejumlah wali murid mengaku resah dengan panjangnya masa libur siswa. " Kita khawatir liburnya terlalu panjang bisa tertinggal pelajaran mereka. Saya berharap sekolah diminta aktif kembali, asap juga sudah mulai menipis," ungkap Marwan warga Jalan Pemda.

Hal senada juga disampaikan wali murid yang anaknya sekolah di tingkat SMA. "Bagi saya kalau libur situasional diperuntukkan bagi anak PAUD sama SD saja yang rentan dengan penyakit akibat asap, tapi kalau SMP dan SMA tetap disekolahkan. Banyak tertinggal pelajaran mereka nanti. Belum lagi mau ujian. Malah mereka ini banyak menghabiskan waktu di warnet," ujar Sania warga Sakura.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini