SMK Negeri 1 Pekanbaru Pungut Uang Perpisahan Rp 1,6 Juta

Redaksi Redaksi
SMK Negeri 1 Pekanbaru Pungut Uang Perpisahan Rp 1,6 Juta
Dra Hj Geni Wilyarti
PEKANBARU, riaueditor.com– Berdalih untuk uang perpisahan, SMK Negeri 1 Pekanbaru mewajibkan setiap siswa membayar Rp 1,6 juta. Menariknya, Kepala SMA Negeri 1 Pekanbaru, Dra Hj Geni Wilyarti saat dikonfirmasi, terkesan cuci tangan.

Terungkapnya pungutan di SMK yang beralamat di Jalan Kinibalu Kecamatan Limapuluh itu, berawal dari keluhan salah seorang walimurid yang bertugas di Pemko Pekanbaru. Saat itu, pegawai golongan rendah tersebut mengaku akhir-akhir ini dirinya merasa pusing atas kebutuhan sekolah anaknya.

Ia menjelaskan, selain harus memikirkan kebutuhan anaknya di SMA, ia juga dipusingkan dengan kebutuhan anaknya yang kini akan menamatkan pendidikan di SMK Negeri 1 Pekanbaru. Pasalnya, untuk biaya perpisahan dirinya harus menyetor uang Rp 1,6 juta.

Sumber yang minta identitasnya itu dirahasiakan, mengatakan meski berat namun demi kepentingan anak apapun ia tempuh. "Uangnya saya pinjam dari tetangga dan sudah saya kasih ke sekolah. Saat dikasih tidak ada kwitansi. Mereka hanya mencatatnya saja di sebuah buku," ujarnya kepada riaueditor.com.

Dikonfirmasi via selularnya, Jumat (2/5), Kepala SMK Negeri 1 Pekanbaru, Dra Hj Geni Wilyarti ketika ditanya soal uang perpisahan dimaksud, terkesan cuci tangan. Ia mengaku, masalah uang perpisahan dan kapan dilaksanakan, dirinya tak tahu menahu.

"Kalau masalah perpisahan di SMK Negeri 1 Pekanbaru, saya tak tahu menahu. Itu semua sudah diserahkan ke orangtua siswa. Kapan dan dimana dilaksanakan, tanya aja sama mereka," ujarnya singkat dan langsung mematikan selularnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Dra Ade Hartati mengaku terkejut. "Masa iya untuk biaya perpisahan sampai Rp 1,6 juta. Emangnya acara perpisahannya seperti apa tu," ucapnya.

Ia mengatakan, jika pungutan biaya perpisahan sebesar itu benar, dirinya mengaku sangat prihatin. Sebab, pada hakekatnya perpisahan itu bukan dengan melakukan pesta bermewah-mewahan di hotel berbintang.

Melainkan, ucap Ade Hartati, lebih kepada doa agar siswa yang akan menamatkan pendidikannya diberikan kesehatan dan dapat meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Politisi asal fraksi PAN yang akan menduduki gedung DPRD Riau itu, mengaku sejauh ini dirinya belum mencium adanya indikasi memperkaya diri atas pungutan yang dilakukan SMK Negeri 1 Pekanbaru tersebut.

"Kalau indikasi memperkaya diri sejauh ini saya belum bisa sampai kesana. Coba konfirmasi dulu ke Sekretaris Disdik Pekanbaru," ujarnya. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini