Refleksi Hari Guru dan Carut Marut Dunia Pendidikan Inhu

Redaksi Redaksi
Refleksi Hari Guru dan Carut Marut Dunia Pendidikan Inhu
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com - Refleksi Hari Guru dan PGRI yang ke 70 begitu banyak permasalahan dunia Pendidikan Inhu yang perlu direfleksi, mulai dari permasalahan pemotongan gaji guru oleh PGRI Inhu, pungutan-pungutan di Sekolah yang memberatkan wali murid, kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru pada muridnya.

Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tanpa guru tidak akan lahir seorang pemimpin, tanpa guru tidak akan ada orang pintar, tanpa guru tidak akan ada kaum cendikiawan, sehingga profesi guru sangat dimuliakan dan dihormati.

Pribahasa di atas hendaknya bukan sebatas semboyan saja. Sebab akhir-akhir ini masyarakat mulai mempertanyakan kemuliaan profesi seorang guru, hal ini akibat banyaknya kebijakan-kebijakan sekolah dan tingkah laku guru yang dinilai tidak lagi menggambarkan kemuliaan seorang guru.

Di Kabupaten Inhu misalnya, banyak sekali kebijakan-kebijakan yang diambil pihak sekolah tempat para guru mengajar yang dinilai sangat memberatkan wali murid. Sebut saja Abi (45) salah seorang wali murid di Rengat mengeluhkan berbagai pungutan di sekolah.

"Pendidikan di Inhu akhir-akhir ini terkesan mahal. Nurani seorang guru tidak lagi berlaku disini sebab jika murid tidak mampu bayar tidak jarang murid akan disuruh pulang dan bahkan tidak boleh mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah," katanya.

Hal ini sangat ironis disaat pemerintah sedang gencarnya melaksanakan program wajib belajar 9 tahun. Berbagai macam pungutan akan sangat mengganggu dan menghentikan langkah orang tua atau wali murid mengantar anaknya untuk kembali bersekolah, tandasnya.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini