Putra Kampar, Delegasi Indonesia Untuk WCDRR di Jepang

Redaksi Redaksi
Putra Kampar, Delegasi Indonesia Untuk WCDRR di Jepang
sy/riaueditor.com
Putra Kampar, Delegasi Indonesia Untuk WCDRR di Jepang.
BANGKINANG, riaueditor.com– Fadhil Noor, Mahasiswa jurusan Agroteknologi Universitas Islam Riau putra jati Kampar menjadi salah satu peserta dalam kegiatan The Third UN World Conference for Disaster Risk Reduction (WCDRR) di Sendai, Jepang, 11 sampai 18 Maret 2015.
 
WCDRR yang diselenggarakan oleh Children dan Youth Forum yang bekerjasama dengan badan perserikatan bangsa bangsa (PBB) dalam hal ini The United Nations Office For Disaster Risk Reduction (UNISDR), UNESCO dan IAG (Insurance Australia Grup) dapat memberikan peluang dalam hal peningkatan potensi pemuda dari setiap negara yang ada, terutama wilayah Asia dan Fasifik terhadap bencana atau disaster.
 
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
 
Ketika ditemui riaueditor.com, Senin (2/2) di ruang wakil ketua DPRD Kampar, Muhammad Faisal, Fadhil Noor mengatakan bahwa, dirinya terpilih menjadi salah seorang peserta WCDRR lantaran dirinya terdaftar sebagai anggota I-YES (Indonesian Youth Educate & Social) regional Pekanbaru yang selalu aktif tukar menukar informasi dengan organisasi serupa baik di Indonesia maupun Asia Fasifik.
 
Ketika akan diadakan kegiatan WCDRR yakni suatu pertemuan pemuda dari setiap negara dirinya mencoba mendaftar melalui e-mail dan ternyata setelah berbagai administrasi dan tes dirinya dinyatakan lulus sebagai peserta WCDRR.

Forum bergengsi pemuda bertaraf Internasional dalam rangka membahas dan mempelajari berbagai hal tentang bencana alam, seperti di bidang risk management, countermeasure dan lainnya, ujarnya.
 
Ada pun tujuan kegiatan ini, jelas Fadhil Noor adalah memberdayakan pemuda untuk dapat berbagi atau bertukar ide (pemikiran) terhadap penanggulangan bencana ataupun lainnya terkait dengan usaha meminimalisir dampak bencana, menciptakan proyek internasional pemuda yang didesain selama konferensi yang hasilnya akan diimplementasikan di berbagai negara, menciptakan berbagai bentuk rekomendasi kepada pemerintah, badan organisasi lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana, menjadikan pemuda (delegasi) memiliki kemampuan analisis strategis, inovatif, dan kreatif dalam merespon kondisi yang terjadi dalam kawasan regional, nasional maupun internasional yang terkait dengan bencana alam. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini