Perpisahan SMPN 24 Pekanbaru, Walimurid Tak Mampu Menahan Haru

Umi Sarah: “Kalau Bukan Disini Anak Saya Tak Bisa Sekolah”
Redaksi Redaksi
Perpisahan SMPN 24 Pekanbaru, Walimurid Tak Mampu Menahan Haru
fin/riaueditor.com
Perpisahan SMPN 24 Pekanbaru, Walimurid Tak Mampu Menahan Haru.
PEKANBARU, riaueditor.com - Dengan berlinang air mata, Umi Sarah, ibu dari salah seorang siswa SMPN 24, mengaku dirinya tak mampu menahan haru saat bersalaman dengan para guru yang selama ini membina anaknya, Fuadi. Pasalnya, jika melihat ekonomi keluarganya, putra keduanya itu tak mungkin bisa bersekolah.

Pengakuan itu disampaikan Umi Sarah sesaat setelah giliran Walimurid usai menyalami para guru pada acara perpisahan Kelas IX SMPN 24, di Jalan Sri Aman Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai, Sabtu (30/5).

Umi Sarah mengaku sedih karena guru-guru disini sangat baik pak. Ia menilai, para guru SMPN 24 sangat toleran terhadap siswa dari keluarga kurang mampu. Misalnya, uang LKS atau uang lain-lain yang dibutuhkan anak ke sekolah. Meski pada akhirnya tetap dibayar secara cicilan, tapi pihak sekolah tak pernah mempermasalahkan.

"Kalau saja SMPN 24 ini menerapkan sisti seperti di sekolah lain, anak saya tak mungkin bisa bersekolah. Kalau bukan SMPN 24, Fuadi tak bisa sekolah," ucap Umi Sarah terbata-bata tak kuasa menahan sedih.

Sama dengan Umi Sarah, Ade Mulyani, siswi Kelas IX usai menyalami para guru tampak meneteskan air mata. Dengan nada suara sedikit agak parau, ia mengaku berat meninggalkan SMPN 24.

"Kasih sayang guru selama tiga tahun belajar disini, sulit saya lupakan pak. Saya hanya bisa berdoa, agar guru-guru kami disini diberikan keselamatan dan kesehatan. Saya tak bisa menggambarkan dengan kata-kata bagaimana kasih sayang mereka (guru, red) terhadap kami selama ini pak," ujar siswi berjilbab yang beralamat di Jalan Toman Rumbai tersebut.

Sebelumnya, Kepala SMPN 24 Pekanbaru, Fitra Yulia Rozi MPd mengatakan 133 siswa yang dilepas hari ini, diharapkan dapat lulus 100 persen. Setamat dari sekolah ini diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA guna meraih cita-cita.

Pelepasan para siswa ini juga kata Fitra Yulia Rozi, sekaligus sebagai acara pelepasan tiga orang guru yang akan menjadi dosen dan pindah tugas ke Sumatera Barat. Ia mengatakan, siswa maupun guru yang bakal meninggalkan sekolah ini diharapkan tetap mengingat SMPN 24.

"Meski kita berpisah, namun satu hal yang mesti tidak boleh dilupakan adalah kebersamaan kita selama di SMPN 24 Pekanbaru. Saya harap hubungan silaturahmi diantara kita tetap tetjalin dengan baik," ujarnya.

Selanjutnya, terkait pengumuman lulus siswa yang akan diumumkan tanggal 10 Juni mendatang, siswa diharapkan jangan larut dalam euforia yang berlebihan. Untuk itu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya minta orangtua siswa agar menemani anaknya ke sekolah saat pengumuman kelulusan, pinta Fitra Yulia Rozi.

Acara perpisahan yang digelar secara sederhana di halaman SMPN 24 Rumbai itu dihadiri Lurah Rumbai Bukit, Tengku Refli, Kapolpos Walimurid, dan puluhan undangan lainnya. Atraksi budaya dan hiburan turut mewarnai acara kemudian dilanjutkan makan bersama. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini