Terindikasi Selewengkan Dana Bos

Kepala SMPN 3 Bengkalis Takut Ditemui Wartawan

Redaksi Redaksi
Kepala SMPN 3 Bengkalis Takut Ditemui Wartawan
ist.
BENGKALIS, Riaueditor.com- Berdasarkan keterangan sejumlah wali murid dari  keluarga pra sejahtera atau kurang mampu bahwa anak mereka yang belajar di SMPN 3 Bengkalis, jalan Bantan desa Senggoro pada tahun 2013 diminta untuk mengurusi surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang katanya untuk mendapat Bantuan Dana BOS, ternyata SKTM diurus dan diserahkan kepada pihak sekolah tidak sesuai dengan yang di janjikan untuk mendapat dana BOS tersebut.
 
“Kemaren anak kami diminta oleh guru mereka untuk mengurusi SKTM, katanya murid-murid yang keluarganya tidak mampu akan mendapat bantuan dana BOS, namun setelah diserahkan kepada pihak sekolah, ternyata sampai berakhir tahun 2013 tidak satu sen pun dana BOS sampai kepada anak kami,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya kepada media ini.
    
Lebih lanjut dijelaskan dia, begitu juga pada tahun 2014 ini anak-anak mereka tak kunjung menerima bantuan apapun dari pihak sekolah SMPN 3 Bengkalis, imbuhnya.

Guna memantau realisasi penggunaan dana BOS di SMPN 3 mulai tahun 2013 s/d April 2014 riaueditor.com mencoba mendatangi SMPN 3 guna mengkonfirmasi langsung kepala SMPN 3, Amrizal, S.Pd. Namun hampir satu jam di ruangan tunggu ternyata Kepala sekolah tersebut ketakutan untuk ditemui wartawan.

Seorang guru SMPN 3 Bengkalis yang enggan namanya dicantumkan mengatakan, bahwa kepala sekolah sering menghindar setiap kedatangan wartawan yang bermaksud menanyakan penggunaan dana BOS. “Pak kepsek kalau wartawan datang ke sekolah kami, dia berupaya untuk menghindari karena dia takut ditanyai wartawan terkait penggunaan dana BOS yang sejauh ini kami ketahui banyak yang tidak beres," jelasnya.

Koordinator LSM-Pemantau Aset Negara (PAN) mendesak pemerintah membongkar dugaan penyelewengan dana BOS di SMPN 3 Bengkalis. “kalau memang ada penyimpangan atas penggunaan dana BOS di sekolah tersebut kita minta hal itu diusut secara tuntas . karena sejauh apa yang kita ketahui banyak isu di sekolah-sekolah lain juga terjadi hal serupa.

"Salah satu item pembiayaan penggunaan dana BOS untuk bantuan murid dari keluarga miskin atau prasejahtra dalam ketentuan penggunaan dana BOS cukup jelas diatur, seperti uang transportasi, pembelian alat transportasi sederhana, pembelian seragam sekolah, sepatu alat tulis dan lain-lain, sangat jelas,” ungkapnya.(dri).


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini