Federasi Serikat Guru Indonesia Minta UN Ditunda

Redaksi Redaksi
Federasi Serikat Guru Indonesia Minta UN Ditunda
doc.okezone
lustrasi: suasana ujian nasional.
JAKARTA -- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunda pelaksanaan ujian nasional (UN). Pasalnya, hingga kini masih banyak daerah terlanda kabut asap sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

"Sebagai bentuk empati terhadap para siswa korban bencana asap, FSGI menyerukan pemerintah menunda penyelenggaraan UN," kata Sekjen FSGI Retno Listyarti di Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Retno mengatakan, pantauan FSGI memperlihatkan, masih banyak murid diminta tetap belajar di tengah kondisi udara yang tidak sehat dan berbahaya. Sekolah masih dianggap berjalan normal. Banyak murid yang tidak mau diajak pindah atau dievakuasi karena takut tidak naik kelas dan tidak lulus.

Pihaknya masih melihat para siswa masih masuk sekolah meski kabut asap dalam tahap yang membahayakan kesehatan. Bahkan, kata Retno, Mendikbud Anies Baswedan sempat memastikan anak-anak yang berada di wilayah bencana asap tetap dapat mengikuti ujian nasional (UN). Anies menjamin pelaksanaan UN di daerah itu tidak akan ditunda.

Selain menunda pelaksanaan UN, FSGI juga meminta pemerintah daerah untuk menghentikan ancaman tidak mencairkan tunjangan sertifikasi para guru di lokasi bencana asap. Retno memaparkan, peliburan sekolah dan proses pembelajaran tidak normal bukan kehendak para guru tersebut.

"Di Jambi, misalnya, para guru diminta untuk melampirkan tugas siswa beserta agenda yang ditandatangani guru dan siswa selama belajar di rumah. Kalau tidak membuat, tunjangan sertifikasi tidak akan dicairkan," tukas dia.

Kemendikbud sendiri telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 23 Oktober 2015 mengenai penanganan pendidikan pada daerah terdampak bencana asap yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Tanah Air. Dalam surat edaran tersebut, Mendikbud menegaskan, yang terpenting dalam kondisi bencana asap yang berlangsung selama berbulan-bulan seperti saat ini adalah kesehatan dan keselamatan anak didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.


(rfa/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini