Fantastis, Uang Perpisahan SDN 180 Pekanbaru Rp 300 ribu

Redaksi Redaksi
Fantastis, Uang Perpisahan SDN 180 Pekanbaru Rp 300 ribu
fin/riaueditor.com
Gedung SD Negeri 180, Jalan Wara Wiri Kecamatan Bukit Raya.
PEKANBARU, riaueditor.com - Imbauan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Abdul Jamal MPd agar acara perpisahan siswa tahun 2016 ini digelar secara sederhana, ternyata kurang ampuh. Buktinya di  SD Negeri 180 Pekanbaru setiap murid dikutip Rp 300 ribu.

Awalnya, kabar adanya pungutan uang perpisahan ini disampaikan aktifis LSM PILAR, John Munthe kepada riaueditor.com, Jumat (29/4). Ia mengatakan, di SD Negeri 180 Jalan Wara Wiri, setiap murid dikenakan Rp 300 ribu untuk biaya perpisahan.

John menilai pungutan senilai Rp 300 ribu untuk SD Negeri di Kecamatan Bukit Raya tersebut, cukup fantastis. Sepengetahuannya, biaya perpisahan untuk tingkat SMP saja hanya berkisar Rp 100 - 200 ribu.

Merasa tak percaya dengan info tersebut, keesokan harinya riaueditor.com mencoba mengkroschek masalah ini kepada Kepala SDN 180, Elida SPd. Sayang yang bersangkutan tidak berada ditempat.

“Bu Kepseknya sedang keluar pak,” ujar Yeni singkat, salah seorang guru.

Demikian pula ketika dicoba ditemui pada Senin siang usai acara Hardiknas di Kantor Walikota, juga tak berada ditempat. Hingga pada akhirnya, upaya riaueditor.com untuk memperoleh konfirmasi dari Elida SPd baru berhasil setelah memperoleh nomor ponselnya pada Rabu (4/5).

Saat dikonfirmasi, Elida tak membantah besaran biaya perpisahan tersebut. Hanya saja, ucap Elida, pihaknya tak terlibat sedikitpun dalam masalah biaya perpisahan dimaksud.

“Kita dari guru tak terlibat soal besaran uang perpisahan. Orangtua siswa sendiri yang menyepakati melalui rapat dengan Komite sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, ketika disebutkan bahwa jika dilihat dari sisi penghasilan orangtua murid yang sekolah di SD Negeri 180 mayoritas tergolong ekonomi kelas menengah kebawah, Elida tak membantah.

“Memang betul, hanya saja kalau ada orangtua murid tak mampu membayar tak masalah. Kita bisa bantu koq. Mau bayar setengah, atau berapa-lah gitu. Mereka bisa datang ke saya untuk mendiskusikannya,” ucap Elida.

Seperti diketahui, baru-baru ini Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal, mengimbau pihak sekolah agar pelaksanaan acara perpisahan tahun 2016 ini cukup dilakukan di sekolah saja. Hal ini mengingat lesunya perekonomian masyarakat dewasa ini, ujarnya di depan para Kepala sekolah pada suatu kesempatan di aula Disdik Pekanbaru. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini