Dalam Setahun Terkumpul 650 Juta Dari Donatur, Bequranic Miliki Gedung Baru

Redaksi Redaksi
Dalam Setahun Terkumpul 650 Juta Dari Donatur, Bequranic Miliki Gedung Baru
der/riaueditor.com
Gedung baru Bengkalis Qur’an Center (Bequranic) di Jalan Nelayan Dusun Kampung Parit Desa Pangkalan Batang Barat Bengkalis, Senin (23/7/2018).

BENGKALIS, riaueditor.com  - Mulai Tahun Ajaran 2018/2019 santri dan santriwati Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Bengkalis Qur’an Center (Bequranic) Desa Pangkalan Batang Barat, Kabupaten Bengkalis menempati gedung serbaguna yang baru.

Bangunan yang terdiri dari asrama, ruang kantor dan kamar pembina asrama ini merupakan hasil swadaya dan sumbangan donatur selama setahun terakhir dikumpulkan.

"Alhamdulillah, sudah berjalan selama tiga hari kami menempati gedung perdana Bequranic. Meskipun banyak yang harus dibenahi akan tetapi kami tetap bersyukur kepada Allah SWT karena para santri sangat bersemangat untuk menjadi Ahlul Qur’an," ungkap Pimpinan Bequranic Ustadz Suhaimi kepada wartawan, Senin (23/7).

Menurut Ustadz Suhaimi, saat ini seramai 50an santri dan santriwati PIQ kelas 1 dan 2. Selain itu, 200an anak pula belajar mengaji pada malam hari sejak beberapa malam lalu di gedung serbaguna tersebut. Ditambah sedikitnya 50an lintas usia dan orang tua juga belajar di Bequranic yang dibina seramai 20an ustadz ustadzah. Sehingga jumlah yang ikut belajar dan mengajar sekitar 300an orang.

"Karena ruang belajar yang ada masih dalam tahap pembangunan, untuk sementara ini kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di bangunan lama yaitu menumpang di bangunan MTs Annahdatuddiniyah Jalan M. Toha Pangkalan Batang Barat yang belum dipakai. Juga, asrama putri sementara menggunakan ruang kantor dan ruang pembina asrama putri sebagai tempat tinggal sementara. 

Jumlah santri dan santriwati yang berasrama sebanyak 80an orang karena masih ada yang belum masuk asrama. Selain itu ada yang pulang dan ada juga yang belum jelas apakah tinggal di asrama atau datang berulang dari rumah masing-masing," jelasnya.

Kendala yang dihadapi pesantren saat ini adalah daya listrik yang hanya 2.200 Kwh tidak memadai untuk menghidupkan 3 unit AC di bangunan permanen yang beralamat di Jalan Nelayan Dusun Kampung Parit ini. Perlu tambahan AC namun AC yang ada saja tidak bisa dihidupkan. Kendala lain adalah bangunan asrama putri yang masih dalam tahap pengerjaan di mana di asrama putri ini merupakan ruang belajar mengajar selain merupakan kantin putra dan putri.

"Daya listrik rencananya akan ditambah menjadi 3.500 Kwh. Selain itu asrama putri yang belum siap dan masih membutuhkan anggaran sekitar 30an juta rupiah untuk menyiapkan bangunan yang diperkirakan dalam waktu dua minggu lagi bisa digunakan," tambah Ustadz Suhaimi.

Hingga saat ini, seluruh bangunan ini telah menelan anggaran sekitar 650 juta rupiah. "Ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya secara berjamaah sehingga gedung perdana Bequranic bisa terbangun," tuturnya.

Bagi para donatur yang selama ini belum sempat menyisihkan hartanya, Ustadz Suhaimi menuturkan, "Kami masih sangat butuh uluran tangan para donatur yang bisa memberikan material bangunan seperti rangka baja senilai tujuh juta rupiah, PVC delapan juta rupiah, upah tukang sepuluh juta dan material kayu lima juta rupiah. Kami tunggu kehadirannya di Bequranic untuk menyelesaikan asrama putri yang saat ini dalam proses penyiapan," ajaknya.

Selama kegiatan pembangunan belakangan ini, Ustadz Suhaimi mengaku paling kecil mengeluarkan Rp.5 juta perhari. "Kalau dengan gaji tukang bisa sampai sepuluh juta perhari. Bagi yang ingin mentransfer uang bisa ke rekening Yayasan Bengkalis Qur’an Centre (Bequranic) 709-8212013 Bank Syariah Mandiri KCP Bengkalis atau Yayasan Bengkalis Qur’an Centre (Bequranic) 172-00-0059738-7 Bank Mandiri KCP Bengkalis. Juga bisa menghubungi nomor hp +6285278580555 atas nama Suryana dari dalam maupun luar negeri," terangnya.

"Saya melanjutkan pendidikan ke sini atas kemauan sendiri. Kemarin temannya mama kami ngasih tau bahwa ada sekolah baru. Saya masuk ke sekolah ini ingin menjadi hafis Qur’an termotivasi nonton TV pada Ramadhan kemarin acara Hafis Qur’an Indonesia. Alhamdulillah, saya betah di sini, dan dapat kawan baru," ungkapnya.

Iran Vanzaqi santri baru alumni SDN 46 Bengkalis anak pertama dari Irwanto yang bekerja di Bea Cukai Bengkalis dan Rani Rahadianti.

Saat wartawan mengunjungi pesantren yang juga punya mimpi akan membangun Masjid Terapung ini, terlihat 2 orang tua calon santriwati sedang menguruskan kepindahan anaknya dari salah satu SLTP di Bengkalis ke pesantren tersebut. 

Dan pada Jum’at 20 Juli 2018 lalu, seorang warga Dumai mengantarkan 2 anaknya melanjutkan pendidikan ke SMAN 4 Bengkalis yang berasrama bersama adiknya pelajar kelas 1 PIQ. "Adiknya yang saat ini kelas 5 SD di Dumai pun akan nyambung ke sini," ungkap warga Dumai tadi.(der)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini