Berkat Kerjasama Tim, SMAN 9 Pekanbaru Menuju Adiwiyata Nasional 2015

Redaksi Redaksi
Berkat Kerjasama Tim, SMAN 9 Pekanbaru Menuju Adiwiyata Nasional 2015
ade/riaueditor.com
Kepala SMAN 9 Pekanbaru Drs Azwir menerima piagam penghargaan Adiwiyata.
PEKANBARU, riaueditor.com - Berkat kerjasama semua pihak di lingkungan sekolah, SMAN 9 Pekanbaru berhasil masuk adiwiyata tingkat nasional tahun 2015. Pada peringatan hari lingkungan hidup dunia tahun 2015, SMAN 9 Pekanbaru termasuk salah satu sekolah yang menerima penghargaan adiwiyata tingkat Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahcman di gedung Melati lantai tiga kantor Gubernur Riau, Kamis (29/10).

Penghargaan diberikan setelah dilakukan penilaian oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dari 139 sekolah dari semua tingkatan se Provinsi Riau, termasuk SMAN 9 Pekanbaru. Bahkan, sekolah ini akan menuju adiwiyata tingkat nasional.

Kepala SMAN 9 Pekanbaru Drs Azwir ketika dikonfirmasi usai acara mengatakan, setelah berhasil di tingkat provinsi, sekolah yang dinahkodainya akan terus maju di tingkat nasional. Keberhasilan yang dicapai berkat kerja keras dan kerjasama seluruh stokeholder sekolah.

"Mulai dari tim adiwiyata, para guru, siswa, orangtua dan komite ikut berperan aktif mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Sehingga sekolah ini memperoleh penghargaan adiwiyata tingkat provinsi dan masuk adiwiyata nasional tahun 2015," terangnya.

Dari 139 sekolah yang menerima penghargaan adiwiyata provinsi tahun ini, sekolah ini masuk ke dalam 48 sekolah yang maju ke tingkat nasional. "Kita tentunya berharap sukses pula di tingkat nasional nanti," jelas Azwir di sela-sela acara.

"Prestasi yang diraih SMAN 9 Pekanbaru ini adalah wujud kebersamaan, kerja keras, partisipasi warga sekolah mulai dari siswa, pegawai, guru, petugas kebersihan, kantin, satpam, orangtua siswa serta pengurus komite. Secara bersama peduli dan membangun komitmen bersama terhadap kelestarian lingkungan," paparnya.

Menurut Azwir, sekolah yang dipimpinnya ini sudah menyediakan sarana prasarana (Sapras) yang memenuhi standar kebersihan bagi peserta didik. Setakat ini kita sudah mempunyai 10 sekolah binaan.

"Fasilitas pendukung lain dalam upaya melestarikan lingkungan berupa pembuatan penyediaan Sarpras kesahatan seperti ketersediaan WC dan wastafel yang memenuhi standar. Kemudian pembuatan biopori dan penanaman pohon. Setelah dinilai oleh tim BLH provinsi, Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan bersama yakni sukses meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan akan sukses pula di tingkat nasional nanti," pungkasnya. (ade)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini