Anak-anak di Nerelang Rindukan Kehadiran Guru

Redaksi Redaksi
Anak-anak di Nerelang Rindukan Kehadiran Guru
anje/riaueditor.com
Sekolah di Nerelang mendapat kunjungan dari relawan Gerakan Meranti Berkibar.
SELATPANJANG, riaueditor.com- Nerelang sebuah dusun terpencil di Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Dihuni oleh kurang lebih 40 KK Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan anak usia sekolah sebanyak 50 anak.

"Sayangnya anak-anak di Nerelang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Meskipun ada guru secara sukarela dari Sungai Tohor, tapi guru tersebut hanya bisa mengajar seminggu sekali, inilah yang membuat masyarakat disana merindukan kehadiran guru," ungkap Mahmud, Ketua RT di Nerelang, menyambut kunjungan relawan Gerakan Meranti Berkibar (GMB) di sekolah tersebut
 
Mahmud mengatakan, guru yang mengajar di sekolah tersebut didatangkan dari Sungai Tohor meski satu minggu sekali tapi setidaknye memberikan harapan.

"Sekarang sudah 4 minggu guru tersebut tidak datang. Kita juga tidak tau sebab pastinya, mungkin sibuk, mungkin juga karena biaya transportasi yang cukup tinggi. Sebab itu anak-anak disini merindukan hadirnya guru," jelas Mahmud.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh masyarakat Nerlang lainnya, Eno. Menurutnya, untuk mengobati kerinduan anak-anak untuk bisa belajar, secara swadaya warga membangun 2 ruang belajar yang sederhana.

"Kami sangat mendukung sekali jika ada program pendidikan masuk ke sini, kalau dapat setiap hari ada yang mau mengajar disini. Guru dari Sungai Tohor sudah 4 minggu tak datang, anak-anak mengharapkan adanya guru yang memberikan pendidikan kepada mereka. Kami sebagai masyarakat juga siap membantu, ini kami buktikan dengan scara swadaya kami membangun ruang belajar sekolah," ucapnya.
 
Sementara itu, masyarakat menyambut baik kehadiran relawan GMB yang menyalurkan bantuan berupa papan tulis (whiteboard), alat-alat tulis dan buku bacaan untuk anak-anak di Nerelang Sabtu (26/5) kemarin. Relawan GMB juga turut mengajar disana untuk beberapa saat.
 
"Hanya ini yang dapat kami berikan untuk adik-adik di Nerelang. Ada sebagian relawan berniat untuk bisa mengajar disini. Tapi kendala utama adalah transportasi untuk ke Nerelang, karena tidak ada transportasi umum untuk kesana, kalaupun harus menyewa kapal, biayanya cukup mahal. Kita berharap, akan ada guru-guru honor daerah terpencil yang dipekerjakan di sini, entah itu dianggarakan dari Kabupaten maupun dari Provinsi Riau," harap salah satu relawan GMB. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini