Achmad: Tantangan Terberat Itu Krisis Moral dan Akhlak, Bukan Kemiskinan Ekonomi

Redaksi Redaksi
PS.PENGARAIAN, riaueditor.com- Pendidikan madrasah dinilai sangat urgensial dalam menentukan bangsa ini ke depan.Sebab, tantangan paling berat di masa mendatang itu bukanlah kemiskinan dan ekonomi, tetapi krisis moral dan akhlak.

Demikian disampaikan Bupati Rohul Drs. H. Achmad, M. Si, saat memberi sambutan pada kegiaatan perpisahan pelajar kelas akhir MAN I Pasir Pangaraian, Boter, Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Selasa (29/4) tadi.

Menurut Bupati, jika orang tua menyerahkan anaknya ke madrasah untuk dididik, hal tersebut sudah sangat ideal. Sebab, krisis akhlak, kepercayaan dan budi pekerti sangat tinggi dampaknya di tengah-tengah masyarakat.

"Tandus keimanan perlunya ada benteng akidah, yaitu pendalamaan pendidikan agama. Selama 12 tahun mendapatkan pendidikan keagamaan menjadi tonggak diri anak-anak saya. Saya yakin tidak akan tumbang mengahadapi fenoma saat ini," sebut Bupati Achmad.

Pendidikan agama sendiri bertujuan supaya generasi bangsa itu terselamatkan. Sebut Achmad, konsep pendidikan yang diprogramkan Pemkab Rohul yakni cerdas, berilmu pengetahuan berbasiskan religius dan berakhlak mulia.

Bupati menguraikan, makin besar peluang lulusan siswa-siswi MAN ini diterima bekerja lulus Perguruan Tinggi (PT), berarti sekolah ini ibarat pabrik yang berhasil mencetak lulusan-lulusan handal dan pemerintah berhasil membangun moral generasi bangsa.

"Kita komit membangun madrasah,  pondok pesantren, rumah ibadah. Kita juga memberikan bantuan Rp25 juta untuk membangun Mushalla MAN 1 ini," ujarnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Rokan Hulu merupakan satu-satunya kabupaten yang kepala daerahnya mendapat penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) dari Menteri Agama RI. Oleh karenanya, Achmad tidak ingin penghargaan itu hanyalah simbolis, namun faktanya di lapangan harus benar-benar konkrit.

Ahmad berpesan pada orang tua murid, jangan hanya mewariskan harta pada anak-anak, tapi wariskanlah ilmu pengetahuan. Sebab harta itu susah menjaganya. "Tapi kalau mewariskan ilmu,  maka ilmu itulah yang akan menjaganya," sebut Achmad lagi.

Bupati sendiri merasa bertanggung jawab secara moral terhadap pendidikan agama. Oleh karenanya, pendidikan agarma ini harus didukung, baik dari segi finansial, termasuk biaya dan pra sarana dan biaya penunjang untuk guru. Sehingga nantinya akan lahir generasi muda beragama.

"Sesuai dengan istilah KH Zainuddin MZ, Cerdas, Bernas, Berotak Jerman, Berhatikan Malaikat."

Dalam kesempaan itu juga, Bupati Rohul mengunjungi pameran beragam keterampilan dan kerajian siswa/I MAN I Pasir Pangaraian.

Sementara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA di kesempatan yang sama menyampaikan, dirinya berharap llusan madrasahbisa masuk perguruan tinggi. Jika tak mampu, setidaknya bisa menjadi tokoh masyarakat. "Tamatan madrasah setidaknya bisa jadi imam di masyarakat," ujar Supardi.

Tahun ini, sekitar 250 lulusan MAN Pasir Pangaraian, Pondok Pesantern sekitar 250 pelajar, khusus untuk tamatan sebanyak 80 pelajar, sedangkan tahun 2013 sebanyak 125 orang.(adv/hum)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini