Forwadik Riau Tagih Janji Gubernur Wahid Pengadaan Seragam Siswa Gratis

Redaksi Redaksi
Forwadik Riau Tagih Janji Gubernur Wahid Pengadaan Seragam Siswa Gratis
Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih siap jalankan janji kampanye, (Ilustrasi/ripos).

PEKANBARU, riaueditor.com - Janji-janji Kampanye Gubernur/Wakil Gubernur Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto kini ditagih Forum Wartawan Pendidikan Riau (Forwadik Riau).

Forwadik mempertanyakan realisasi janji pengadaan seragam gratis bagi siswa agar tidak membebani orangtua.

Forwadik melihat sampai beberapa hari menjelang penerimaan siswa baru tahun 2025 ini, program seragam gratis belum jelas karena masih sebatas wacana.

"Informasi yang beredar di tengah masyarakat ada seragam gratis bagi siswa baru kelas X tingkat SMA/SMK se Riau dari gubernur. Tapi, sampai hari ini program itu belum pernah dijelaskan seperti apa teknisnya," ungkap Ketua Forwadik Riau Munazlen Nazir, Kamis (5/6/2025).

Menurutnya, Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau sudah menjelaskan rancangan seragam gratis itu dengan rinci. Apakah seragam itu nantinya akan benar-benar gratis atau hanya sekedar menjawab pertanyaan atas janji-janji kampanye saja.

"Kami tagih janji ini. Maka harusnya disikapi dengan bijak. Jika informasi yang beredar di tengah masyarakat itu benar, maka akan ada 110.000 anak yang akan mendapatkan seragam gratis. Jumlahnya cukup besar. Darimana anggarannya," kata Ketua Forwadik Riau.

Berpedoman pada seragam sekolah SMA/SMK tahun 2024, ada enam item seragam yakni putih abu-abu, Pramuka, seragam melayu, seragam batik Riau, seragam olahraga dan uniform sekolah.

Biaya yang dikenakan kepada orang tua sekitar Rp1.8 juta hingga Rp2,2 juta per anak.

"Jika kita ambil rata-rata, akan ada beban untuk seragam ini Rp198 miliar sampai Rp242 miliar. Bukan angka yang sedikit. Ini perlu dijelaskan dari mana sumber anggarannya dan bentuknya seperti apa," papar Munazlen.

Sebagai ketua forum yang menghimpun para wartawan yang berkonsentrasi pada bidang pendidikan, menurutnya Forwadik Riau patut mempertanyakan hal ini.

Dikatakan dia, untuk mengratiskan seragam bagi siswa baru ini nanti juga perlu penjelasan yang lebih rinci, apakah orangtua akan langsung menerima seragam jadi atau hanya bahan untuk seragam saja. Apakah akan dijahit sendiri dengan pola yang ditentukan atau ada tempat jahit yang ditunjuk? Apakah akan diserahkan ke sekolah atau langsung ke orangtua?

Banyak hal harus dijelaskan gubernur dalam hal ini. Karena kalau hanya sekedar menjawab tanya dari janji kampanye, sebaiknya gubernur tidak usah terlalu menyebarluaskannya.

"Kalau hanya jambu alias janji busuk, seharusnya tidak dipublis. Kasihan orangtua yang sudah termakan isu ini," tegasnya.

Sampai dua pekan menjelang memasuki masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini yang akan dimulai tanggal 21 Juni 2025, gubernur ataupun Kadisdik Riau belum memberikan pernyataan resmi soal ini.

"Jika ternyata rencananya seragam gratis itu belum matang dan tidak bisa direalisasikan, maka kami menghimbau Gubernur Wahid segera klarifikasi dan hentikanlah kebohongan ini. Buat apa menyebarluaskan hal yang sebenarnya belum ada dibahas secara detail. Kalau mau akan, mau akan, semua juga bisa bicara begitu. Pak Gubernur Riau yang terhormat, Tuan Abdul Wahid, sebaiknya menutup mulut di media sosial tentang ini. Kasihan rakyat yang percaya ternyata omdo alias omong doang," ungkapnya lagi.

Forwadik Riau, menantang Gubernur Wahid segera memaparkan dengan rinci tentang seragam gratis untuk 110.000 siswa kelas X tahun 2025 ini.

"Jika tetap diteruskan propagandanya tanpa penjelasan dengan rinci, Forwadik Riau akan melaporkan Gubernur Riau ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena sudah melakukan pembohongan publik," ujar Ketua Forwadik Riau.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini