Bupati Afni Tinjau Dermaga KITB yang Ambruk

Redaksi Redaksi
Bupati Afni Tinjau Dermaga KITB yang Ambruk
Bupati Siak Afni Zulkifli saat meninjau trestel atau jembatan penghubung dermaga KITB yang ambruk.(Foto: Diskominfotik)

SIAK -Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau trestel atau jembatan penghubung dermaga Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk Senin sore (5/1/2025). Trestle itu roboh usai loading cangkang 10 ribu ton yang akan diekspor.

Peninjauan Bupati Afni ke lokasi usai mendapat kabar ambruknya jalan beton menuju dermaga KITB. Di ketahui, Pelabuhan KITB dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan.

Bupati Afni melakukan peninjauan bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Siak dan beberapa anggota DPRD Siak. Sebelumnya, KITB dikelola oleh BUMD milik Pemkab Siak PT Samudera Siak (SS).

Dalam kesempatan itu, bupati Afni mengharapkan trestle itu dapat segera ditangani dengan baik oleh pihak terkait karena sangat berdampak pada tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Kita bersyukur tidak ada korban luka, maupun korban jiwa. Kita berharap secepatnya diperbaiki, ada banyak jiwa mengantungkan nasib di sini," ungkap Afni.

Pelabuhan KITB ada pada KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya memang pernah disewakan BUMD PT Samudera Siak (SS).

"Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT SS, menjadi bahan evaluasi kita di awal masa jabatannya kami selaku Bupati yang dimulai tanggal 4 Juni 2025 silam," terang Afni.

Karena itu, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada Agustus 2025 lalu, para pemegang saham, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE) resmi menganti jajaran Direksi dan Komisaris PT SS yang lama, sekaligus mengangkat pengurus baru.

Keputusan tegas ini diambil menyusul kinerja Direksi yang dinilai lalai dalam menjaga potensi penting daerah.

Pemkab Siak saat ini kata Bupati terus berjuang mendapatkan kembali kepercayaan dari Kementerian Perhubungan, untuk izin pengelolaan kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton.

Bahkan, ia bersama Ketua DPRD Siak beberapa waktu lalu, sempat berkunjung ke Kemenhub untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola pelabuhan KITB bilamana diberi kepercayaan lagi untuk mengelola KITB.

“Tentu ini bukan kerja mudah dan butuh dukungan semua pihak. Apalagi setelah kejadian ambruknya dermaga pelabuhan hari ini yang disebut Kepala KSOP akibat kelalaian Direksi bertahun-tahun lalu," sebutnya.

Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang kontribusi dan keberadaannya diharapkan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Siak, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Siak.

"KITB menjadi ikhtiar kami bersama DPRD, bagaimana pengelolaan termasuk infrastruktur pendukungnya lebih baik lagi ke depan," ungkap Afni Zulkifli.

Diberitakan sebelumnya, akibat robohnya trestle dermaga KITB itu, satu unit mobil Avanza tercebur ke laut. Beberapa pekerja sempatvterjebak di ujung dermaga dan berhasil dievakuasi.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini