Wabup Tutup Musrenbang RKPD Pelalawan tahun 2015

Usulan SKPD capai Rp.2.182 Triliyun
Redaksi Redaksi
Wabup Tutup Musrenbang RKPD Pelalawan tahun 2015
JUL/riaueditor.com
Wabup Pelalawan Drs.H.Marwan Ibrahim sampaikan sambutan dan menutup Musrenbang Kamis (20/3/2014).
PKL.KERINCI, riaueditor.com- Wakil Bupati Pelalawan meminta Bappeda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kabupaten Pelalawan, agar melakukan penyempurnaan dan penajaman terhadap hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Pelalawan.

"Mempertajam anggaran berbasis kinerja, dan perimbangan anggaran, antara anggaran belanja belanja langsung dengan anggaran belanja tidak langsung. Dimana perimbangannya tidak boleh kurang dari 60 persen belanja langsung, 40 persen untuk belanja tidak langsung," demikian disampaikan Wakil Bupati Pelalawan H. Marwan Ibrahim, saat menutup Musrenbang tingkat Kabupaten Pelalawan, Rabu (20/3).

Menurut Wabub, rencana kerja pembangunan daerah (RKPD), merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat, serta kajian dari SKPD. "RKPD ini akan menjadi landasan dalam penghimpunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platpon Anggaran Sementara (KUA PPAS), yang akan menjadi sumber Ranperda APBD 2015," kata Marwan.

Marwan juga mengatakan, tidak semua usulan bisa diakomodir pemkab Pelalawan. Keterbatasan sumber pendanaan, kata Marwan menyebabkan terjadinya hal tersebut.

Wabub juga menegaskan, Pemkab Pelalawan akan mengambil kebijakan untuk bisa mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pelalawan. Ia minta agar SKPD terkait menyusun dan merencanakan program kerja tersebut. "Kita akan mulai upayakan melalui APBD Perubahan tahun 2014 ini. Kita targetkan tahun 2015, Pelalawan bebas dari sumber titik api," tegas Wabub.

Sementara Kepala Bappeda Pelalawan Ir. Syahrul Syarif mengatakan, dari 2.732 item belanja yang diusulkan kecamatan disepakati 777 item yang diakomodir dalam rancangan rencana kerja SKPD tahun 2015.

"Banyaknya usulan yang belum terakomodir, disebabkan keterbatasan kemampuan anggaran pemda, tidak termasuk kegiatan prioritas RPJMD dan Ranstra SKPD, belum urgen dan sebagian merupakan hal yang bersifat keinginan," sebut Syahrul.

Sementara untuk program dan kegiatan yang diusulkan SKPD, yang disiknronkan dengan usulan kecamatan, membutuhkan anggaran Rp. 1,532 Tryliun lebih.Ditambah belanja tidak langsung lebih kurang Rp.650 Miliar. " Sehingga perkiraan kebutuhan anggaran pada tahun 2015 sebesar 2.182 Triliun," pungkasnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini