Annas Kesal

Tol Pekanbaru-Dumai Terhalang Alih Fungsi HPT dari Kemenhut

Redaksi Redaksi
Tol Pekanbaru-Dumai Terhalang Alih Fungsi HPT dari Kemenhut
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com- Gubernur Riau, H Annas Maamun terus berupaya "menjemput bola" ke Kementrian kehutanan (Kemenhut) RI terkait penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Salah satunya untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang masih berputar permasalahan lahan yang melewati Hutan Produksi Terbatas (HPT).

"Hambatan hanya di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum ditanda tangani Menteri Kehutanan (Menhut). Padahal saya sudah menceritakan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai kepada Menhut bisa mempercepat jarak tempuh, namun belum juga ditanda tangani RTRW itu," katanya, kemarin.

Dijelaskan Gubri, keuntungan lain jika jalan tol tersebut terealisasi bisa manarik perhatian investor untuk berinvestasi. Artinya lapangan pekerjaan akan banyak terserap.

"Padahal kita sudah sediakan anggaran ganti rugi lahan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sebesar Rp154 miliar. Pembebasan lahan masyarakat tidak ada masalah. Hanya saja, permasalahan  pembangun tersebut melewati Hutan Produksi Terbatas (HPT), harus dapat surat kementerian sebagai alih fungsi menjadi Hutan Peruntukan Lain (HPL)," sebutnya.

Dicontohkan Gubri, tiga kecamatan di Rokan Hilir yang izin lahan di keluarkan Kemenhut untuk perusahaan. Padahal lahan tersebut dari Sultan Siak dengan sertifikat yang dikeluarkan pada tahun 1932. Parah lahan itu dikatakan hutan oleh Kemenhut.

"Kita ingin membangun di daerah kita tak dapat, karena hanya kendala perizinan. Apa salahnya Kemenhut memberikan surat alih fungsi HPT, biar bisa secepatnya kita bangun Jalan Tol Pekanbaru-Dumai itu," kesalnya.

Ditambahkan Gubri, ketertarikan investor berinvestasi di Riau, karena ada fasilitas pendukung, seperti listrik, jalan dan airnya ada. "Kemudian pengurusan izin yang diberikan mudah, dan ada lahan untuk mengembangkan usahanya," tukasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini