Titik Api Riau Berkurang Drastis, Kadishut: Perlu Penguatan di Tingkat Bawah

Redaksi Redaksi
Titik Api Riau Berkurang Drastis, Kadishut: Perlu Penguatan di Tingkat Bawah
Kadishut Riau, Ir Fadrizal Labay MM
PEKANBARU, riaueditor.com - Terkait titik api dan hotspot yang jumlahnya mulai meningkat dalam beberapa waktu belakangan, guna mengantisipasi meluasnya Karhhutla yang saat ini mulai terjadi di beberapa daerah di Riau, Kepala Dinas Kehutanan Riau, Ir Fadrizal Labay menilai perlunya penguatan di tingkat bawah, yaitu pencegahan.

Penguatan di tingkat bawah tersebut yakni yang dilakukan oleh elemen masyarakat sekitar, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA). Diakui, saat ini titik api terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis, di antaranya berada di kawasan Areal Peruntukan lain (APL).

"Namun itu, jika karhutla sudah terjadi, harus diatasi sedini mungkin. Itu sesuai 
dengan instruksi Presiden pada jajaran TNI Polri dan pemerintah daerah," kata Fadrizal Labay.

Diakui Kadishut juga, terjadinya ada faktor kelalaian manusia dalam terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini. "Untuk itu, kita juga sudah meminta perusahaan perkebunan dan HTI yang ada untuk melakukan upaya-upaya pembasahan lahan gambut atau membuat sekat kanal," katanya.

Selain itu, kepada perusahaan diminta juga untuk menyiapkan petugas dan regu pemadam

untuk mengantisipasi karhutla sejak dini. Selama ini sebut Kadishut, perusahaan telah melakukan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Kembali pada terjadinya karhutla, yang menjadi target Dinas Kehutanan yakni agar karhutla yang terjadi tidak meluas. "Kalau ada muncul titik api, segera ditangani dengan cepat, jangan sampai meluas," papar Fadrizal Labay.

Hari ini, Senin (7/3), Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi hanya tujuh titik panas di Sumatera. Jumlah ini turun drastis dibanding hari sebelumnya, yakni 69 titik. Turunnya jumlah titik panas di provinsi tersebut tidak terlepas dari hujan yang terjadi terutama di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan pada dini hari tadi.

"Sensor modis satelit baik Terra dan Aqua, hari ini terpantau tujuh titik panas di Sumatera dengan wilayah penyebaran terkosentrasi di Provinsi Riau," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.(ndi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini