Tim Terpadu Pemantau Barang Pelalawan Kembali Gelar Sidak, Sejumlah Bapokmas Disita

Redaksi Redaksi
Tim Terpadu Pemantau Barang Pelalawan Kembali Gelar Sidak, Sejumlah Bapokmas Disita
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Tim Terpadu Pemantau Barang Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang dipimpin langsung Asisten II Setdakab Pelalawan Drs H Atmonadi MM kembali menggelar sidak, Kamis (19/3/2020) di Pasar Baru, Pangkalan LPG, pertokoan dan ritel di Ibukota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau setelah pada bulan Desember 2019 lalu juga telah melakukan sidak yang sama 

Dalam sidak barang yang telah diatur tata niaganya dan minuman beralkohol tersebut diikuti Kadis Koperasi UKM dan Perindag Drs H Fakhrizal M.Si, Kasatpol PP H Abu Bakar FE,MAP beserta penyidik, perwakilan Dinas Kesehatan, BPMP2T, Bappeda, Kesbangpol, Bappeda, Kabag Ekonomi dan Kabag hukum.

"Sidak dilakukan guna memantau harga-harga barang yang sudah diatur tata niaganya seperti masa berlaku, kemasan yang baik, barang yang tidak layak jual termasuk gas LPG 3 kg dan memantau stok barang-barang pokok masyarakat atau bahan pokok masyarakat bapokmas di pasar.

Ini sebagai langkah menjawab keluhan masyarakat selaku konsumen dan juga antisipasi menyikapi wabah virus covid-19 dan jelang memasuki bulan suci Ramadhan," papar Atmonadi Asisten II Setdakab Pelalawan didampingi Fakhrizal Kadis Koperasi, UKM Perindag disela-sela sidak menyebutkan lokasi pantauan difokuskan di Ibukota Pangkalan Kerinci 

Kecamatan Pelalawan Propinsi Riau seperti pasar baru, toko-toko jalan lintas timur, jalan Seminai. Hasil pantauan tim menemukan ada barang-barang yang tidak layak dijual, masa berlaku sudah kadaluarsa sehingga dilakukan penyitaan oleh tim PPNS Satpol PP. Adapun barang yang disita seperti minuman kotak, mie instan, bumbu, sereal, roti dan lain sebagainya. 

Selanjutnya tim memberikan pembinaan kepada penjual pedagang agar mematuhi peraturan yg berlaku khususnya UU no 8 Thn 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Untuk ketersediaan Bapokmas masih stabil dan terkendali dan stock terjamin.

"Kenaikan harga yang fluktuaktif hanya terjadi pada gula berkisar Rp. 16-17 ribu yang semulanya 12 ribuan. Tim akan terus memantau sampai ke 12 kecamatan. Mudah-mudahan menghadapi kasus corona saat ini dan menghadapi bulan suci ramadhan tahun ini tidak menimbulkan spekulasi harga barang dan kelangkaan barang pokok masyarakat," katanya.

Dikatakan Fakhrizal, dihimbau kepada para pedagang agar tidak menimbun barang pokok dan menjual dengan harga yang tinggi sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat di seluruh wilayah kabupaten Pelalawan.

Untuk LPG akan dilanjutkan sidak pada kesempatan lainnya. "Jika ini terjadi tim akan menindak sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Pangkalan LPG banyak yang belum masuk makanya nanti Kita akan lanjutkan," tukasnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini