Tak Lulus, Honorer K2 Ramai-ramai ke BKPP

Redaksi Redaksi
Tak Lulus, Honorer K2 Ramai-ramai ke BKPP
SELATPANJANG, riaueditor.com– Merasa tak puas dengan hasil seleksi tes CPNS dari K2 beberapa waktu lalu, puluhan honorer K2 ramai-ramai mendatangi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kepulauan Meranti Senin (24/3) lalu. Ketidakpuasan para honorer ini disebabkan adanya indikasi seleksi tersebut tidak memperhitungkan status lamanya mereka bekerja.
 
Syafrizal, salah satu peserta CPNS K2 ungkapkan kekesalannya, mengaku  dirinya sudah puluhan tahun mengabdi, namun ternyata tidak lulus. Di sisi lain, menurutnya ada peserta yang baru mengajar beberapa tahun tapi ternyata lulus.
 
"Dari segi persyaratan, sudah kami penuhi. Saya sendiri sudah menjadi honorer sejak tahun 2000, hampir 14 tahun, tetapi tidak lulus, sementara ada beberapa peserta yang terindikasi baru menjadi honorer, namun dinyatakan lulus, Kami minta pemerintah bisa meninjau kembali orang-orang yang sengaja sudah memanipulasi data untuk memuluskan langkahnya, dan kami juga minta kejelasan akan nasib kami kedepannya setelah tidak lulus CPNS ini" ujar Syafrizal yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer di Kantor Camat Tebing Tinggi Barat ini.
 
Hal senada juga diungkapkan Neti, ia yang sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga honor ini, merasa kecewa dan berharap bisa lulus sebagai CPNS. "Cuma ini satu-satunya kesempatan kami menjadi PNS, karena jika mengikuti jalur umum, itu saudah tidak memungkinkan karena saingan lebih besar. Tapi ternyata nasib kami sama jeleknya," ungkapnya kesal.

Sementara itu, Kepala BKPP Kepulauan Meranti Drs Revirianto melalui Sekretaris Rosdaner menyatakan, BKPP akan menerima segala sanggahan dari masyarakat tentang pengumuman CPNS K2 dan peserta CPNS yang dinyatakan lulus, dan pengaduan tersebut nantinya akan diteruskan ke pemerintah pusat, namun ia mengakui hal itu tergantung kebijakan pusat untuk memprosesnya.

"Kami akan terima segala sanggahan yang disampaikan masyarakat, dan itu akan kami sampaikan ke pemerintah pusat, namun proses selanjutnya tetap tergantung pusat, apakah nantinya diganti dengan peserta lain atau tidak," ujarnya. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini