Sikapi Insiden Tolikara, Pemkab Gelar Pertemuan Dengan Para Tokoh Pelalawan

Redaksi Redaksi
Sikapi Insiden Tolikara, Pemkab Gelar Pertemuan Dengan Para Tokoh Pelalawan
humas pelalawan
Sikapi Insiden Tolikara, Pemkab Gelar Pertemuan Dengan Para Tokoh Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam hal ini Sekretaris Daerah H Tengku Mukhlis M.Si melakukan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di ruang pertemuan Bupati Pelalawan, Jumat (24/8/2015). Hadir juga pada kesempatan tersebut Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga, Kemenag Kabupaten Pelalawan Drs H Zulkifli.

Disampaikan Sekda, bahwa pertemuan tersebut adalah untuk menyatukan sikap atas insiden Tolikara Papua, sehingga kejadian tersebut tidak berdampak sampai ke Kabupaten Pelalawan. Untuk itu, Sekda meminta semua pihak dan semua elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi atas peristiwa Tolikara agar situasi masyarakat Kabupaten Pelalawan tetap kondusif, harmonis, aman dan nyaman.

Kapolres Pelalawan Ade Johan Sinaga dalam pengarahannya, sangat setuju dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menyatukan barisan menolak provokasi terkait insiden Tolikara Papua sehingga Kabupaten Pelalawan selalu kondusif, aman dan nyaman.

Dari pertemuan tersebut dihasilkan kesepakatan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Pelalawan seperti petikan di bawah ini;

Menyikapi terjadinya insiden Tolikara, Papua tanggal 17 juli 2015, dan memperhatikan realitas sosial masyarakat, kami tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam organisasi keagamaan dana forum kerukunan umat beragama ( FKUB) Kabupaten Pelalawan dihadapan Muspida Kabupaten Pelalawan, merasa perlu membuat pernyataan sikap dan himbauan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan yakni;

1. Mengecam terjadinya insiden Tolikara, dan mendukung sepenuhnya upaya penegakan hukum dengan profesionalitas dan percepatan rekonsiliasi yang sedang dilakukan Pemerintah.

2. Menghimbau kepada para tokoh islam, kristen, hindu, budha dan konghu chu, agar mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan menjaga toleransi umat beragama dalam bingkai menjaga keutuhan NKRI, dengan terus menerus membangun komunikasi positif ( melalui FKUB) untuk mengawal stabilitas kerukunan beragama yang telah terbangun sejak lama di Kabupaten Pelalawan.

3. Menghimbau kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar menenangkan dan mengontrol umat masing-masing, untuk tidak melakukan tindakan yang merusak kerukunan antar umat beragama.

4. Menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk tidak terpengaruh dengan insiden tersebut, dan menolak setiap upaya memprovokasi masyarakat berkaitan dengan insiden tersebut.

5. Menghimbau kepada masyarakat, untuk melaporkan kepada aparat pemerintah dan atau aparat penegak hukum, jika menemukan upaya atau gerakan mencurigakan yang mengganggu stabilitas sosial dan kerukunan hidup beragama dilingkungan masing-masing.

Pernyataan bersama tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Pelalawan ditandatangani oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang hadir dengan disaksikan oleh Sekdakab Pelalawan HT Mukhlis Msi, Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan H Sinaga SIK,M.Hum dan Kemenag Drs Zulkifli.(rls HumasPDE/zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini