Sekjen Mendagri: Pembangunan Mulai dari Desa

Redaksi Redaksi
Sekjen Mendagri: Pembangunan Mulai dari Desa
Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini.
PEKANBARU, riaueditor.com- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraini secara resmi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Riau di Hotel Labersa. Ia meminta pembangunan harus dimulai dari Desa dan terarah rapi sehingga masyarakat juga merasakan gebrakan pemerintah dalam membangun daerah.

"Semua rencana pembangunan harus bisa dimaksimalkan dengan tujuan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, semua bidang yang dirancang harus menyentuh dan berguna," kata Diah saat membuka Musrenbang Riau di Hotel Labersa, Selasa (22/4).

Dalam sambutannya, Sekjen Kemendagri ini juga menyinggung penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah. Mengingat pertumbuhan penduduk yang sudah tidak bisa dibatasi dan membuat angka pertumbuhan penduduk setiap tahun semakin meningkat.

"Seluruh kegiatan yang bersifat subtansi dan prioritas harus diutamakan karena tentunya akan diperlukan bagi masyarakat luas, kemudian pelayanan untuk publik juga harus menjadi sorotan," terangnya.

Begitu juga mengenai pelayanan, lanjutnya, harus mencakup semua keperluan masyarakat dan tidak ada ketimpangan untuk wilayah satu dengan wilayah lainnya, semuanya harus merata. "Layanan administrasi juga harus semakin dipermudah, tidak ada lagi proses administrasi yang membuat masyarakat malas untuk mengikuti prosedur yang berbelit-belit," pintanya.

Sementara itu, Gubernur Riau, H Annas Maamun menegaskan, rencana pembangunan yang dilakukan Pemprov Riau dan kabupaten/kota akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat. Menurutnya, itu akan lebih bagus dan bersinerji dengan apa yang dibutuhkan masyarakat ke depan. Karena tokoh masyarakat lebih tahu akan kebutuhan pembangunan yang diinginkan masyarakat selama ini.

"Kita akan jumpai tokoh masyarakat dan meminta saran mengenai apa yang akan dibangun dan diperlukan masyarakat ke depan," terangnya.

Kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak penting pada 2014 ini, lanjutnya, diganti dan tidak diperbolehkan lagi. Sebab, ia menilai semua kegiatan yang tidak prioritas bahkan dinilai mubazir dengan tegas dievaluasi.

"Saya sudah membaca satu per satu kegiatan pada APBD tahun ini, banyak terdapat program yang tidak bagus. Artinya, kegiatan-kegiatan pembangunan fisik harus menjadi prioritas dengan catatan bersangkutan dengan masyarakat. Seperti diantaranya infrastruktur jalan, sarana kesehatan, tempat ibadah, sekolah dan lainnya," tukasnya.

Hadir dalam Musrenbang tersebut Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Riau dan bupati/walikota se-Riau serta Pegawai yang bersangkutan pada Musrenbang yang ada di Riau.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini