Sekarat, PLN Selatpanjang Butuh Dukungan

Redaksi Redaksi
Sekarat, PLN Selatpanjang Butuh Dukungan
ilustrasi
SELATPANJANG, riaueditor.com - Pola pemadaman 3:1 (tiga hari hidup satu kali mati) di PLN Rayon Selatpanjang, tak bertahan lama. Hal ini diakibatkan beberapa mesin mengalami kerusakan, akhirnya pemadaman bergilir kembali meningkat
jadi 2:1.

Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Asmardi, ketika ditemui di kantornya, Jumat (18/12/2015) siang mengatakan, saat ada penambahan 500 KW daya dua unit mesin mobile yang dibawa dari Rangsang Barat beberapa waktu
lalu, 1 unit mesin sewa di Gogok malah mengalami kerusakan.

"Beban itu terlalu cepat naik, waktu kita berubah dari 2:1 ke 3:1. Tiga hari setelah itu, mesin di Gogok yang beroperasi 2 unit rusak 1 unit. Kita kehilangan daya 1MW," ujar Asmardi.

Dijelaskan, mesin sewa dari WIC memang awalnya ada 4 unit. Sebelum kasus kebakaran panel beberapa bulan lalu, mesin sewa itu rusak 1 unit, sehingga yang beroperasi 3 unit.

Dari 3 unit itu, satu unit diover haul untuk perbaikan, sehingga yang beroperasi tinggal 2 unit. Namun, belum siap mesin yang dioverhaul, mesin sewaan di Gogok kembali rusak 1 unit sehingga membuat daya kembali berkurang 1 MW.

"Saat kekurangan banyak daya ini, kita masih bertahan sekitar seminggu. Tapi tadi malam (Kamis, red) kenaikan beban begitu cepat, kita tidak bisa bertahan di 3:1, makanya pindah lagi ke 2:1," kata Asmardi menjelaskan.

Untuk saat ini pula, daya mampu di PLN Rayon Selatpanjang hanya 7,5 MW, sementara beban puncak di waktu-waktu tertentu mencapai 9,5 MW. Itu artinya defisit daya capai 2,5MW.

Kemudian, usaha PLN dalam menangani krisis daya ini adalah dengan memperbaiki generator mesin berdaya 500 KW. Selain itu, juga ada perbaikan panel kubikel yang terbakar beberapa waktu lalu. Kemudian ada juga mesin yang sedang diperbaiki, "semoga itu bisa menambah 700KW daya. Itu artinya akan ada sekitar 2,2 MW daya tambahan. Semoga ini bisa cepat diselesaikan," papar Asmardi lagi.

Pihaknya juga meminta masyarakat Meranti memahami apa yang sedang terjadi. bahwasanya semua pihak ingin agar listrik di daerah ini bagus.

Sekedar informasi, beberapa mesin yang ada di PLN dikerjakan pihak ketiga (vendor). Untuk itu, perbaikan sangat tergantung dari cepat lambatnya kerjaan teknisi dari vendor terkait. (azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini