Restorasi Gambut,

Sagu dan Gambut Riau Akan Jadi Wisata Pendidikan

Redaksi Redaksi
Sagu dan Gambut Riau Akan Jadi Wisata Pendidikan
riaueditor.com
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Rektor Universitas Riau Professor Aras Mulyadi, Profesor Mizuno dari Universitas Kyoto, Professor Osaki dari Universitas Hokaido Jepang pada saat menggelar jumpa Pers di Pekanbaru, Selasa (3
PEKANBARU, riaueditor.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menargetkan sejumlah area lahan gambut yang akan dilakukan restorasi akan menjadi pusat wisata pendididikan di Riau.

Dalam sebuah konfrensi pers yang dilangsungkan di Hotel Arya Duta, Pekanbaru, Riau, langkah ini sangat mungkin dilakukan mengingat seluar 900 ribu hektar lahan di Riau akan menjadi laboratorium Gambut Internasionala.

"Kalau untuk masyarakat Riau, rencana aksinya berakhir dengan mengingkatkan sosial ekonomi masyarakat dengan mengembalikan fungsi gambut sesuai dengan komuditi aslinya," katanya.

Salah satu tamanan yang akan menjadi fokus untuk mengembalikan fungsi gambut adalah pohon sagu. Luasan lahan yang akan dilakukan restorasi akan berpotensi untuk lakukannya pengembangan wisata sagu dan wisata pusat penelitian.

"Potensi wisata hutan sagu ini akan dikembangkan di Sungai Tohor, dengan luasan yang lumayan. 83 ribu hektar kawasan hidrologi gambut untuk kabupaten Bengkalis dan Meranti. Ini masuk menjadi wisata pendidikan," katanya.

Target 5 sampai 6 tahun kedepan, masyarakat di wilayah setempat sudah bisa memanfaatkan hasil hutan sagu sebagai penopang perekonomian disana, potensi perekonomian lain akan dilakukan.

Menurut Andi Rachman potensi ini bisa dikembangkan apabila, rencana aksi yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG) berhasil dan mendapat dukungan masyarakat dan lembaga pendidikan formal.

Luasan lahan gambut itu tidak hanya sekedar sebagai laboratorium gambut internasional, melainkan juga menjadi pusat penelitian dan pengembangan pengetahuan tentang potensi gambut serta pemulihan dari kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menghantui Riau.

"Setidaknya akan ada kelanjutan kegiatan ekonomi masyarakat nantinya dengan tanaman sagu di wilayah ini. Untuk hilirisasi dari sagu itu, seiring berjalanya waktu tetap juga akan dilakukan pengembangan," tambahnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini