Rasio Elektrifikasi Masyarakat Pelalawan yang Menikmati Listrik Meningkat 74,24 Persen

Redaksi Redaksi
Rasio Elektrifikasi Masyarakat Pelalawan yang Menikmati Listrik Meningkat 74,24 Persen
ilustrasi
PELALAWAN, riaueditor.com - Dimasa kepeminpinan Bupati HM Harris, dari 7 program strategis pembangunan Kabupaten Pelalawan yang diusung salah satunya Pelalawan Terang berdampak positif dimana terjadinya peningkatan jumlah masyarakat yang sudah menikmati listrik.

Terbukti, dengan meningkatnya Rasio Elektrifikasi (RE) yang signifikan dibandingkan tahun 2011 lalu diawal Harris menjabat sebagai Bupati Pelalawan, rasio  elektrifikasi berada diposisi 21 persen.

"Saat ini, RE Pelalawan mencapai 74,24 persen atau malah sudah lebih," jelas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pelalawan H Nipto Anin S.Sos melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan Joni Naidi S.Sos, Jumat (22/7/2016).

"Telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap masyarakat yang menikmati listrik. Baik di perkotaan hingga ke pelosok desa," ujar Joni Naidi lagi.

Lonjakan drastis angka RE ini sambung Joni Naidi, tak dipungkiri memang tak lepas dari upaya Pemkab Pelalawan dalam Program Pelalawan Terang.

'Dengan adanya Pelalawan Terang, Pemkab Pelalawan secara kontinyu terus melakukan pembangunan jaringan listrik hingga ke desa-desa. Untuk mewujudkan program ini banyak SKPD ikut mengeroyoknya," bebernya.

Joni mencontohkan, tak hanya Distamben, tapi juga melalui program PPIDK di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), PU dan lainnya.

Selain itu, telah pula dibangun pembangkit listrik PT Langgam Power sebagai bentuk nyata untuk mengatasi krisis listrik di daerah ini.

"PT Langgam Power ini dibangun, awalnya diprakarsai Pemkab Pelalawan (BUMD) konsosium dengan PT Navigat, sebagai upaya mengatasi krisis listrik. Alhamdulillah hal itu sudah terwujud," kata Joni Naidi.

Disinggung soal masih terjadinya pemadaman listrik yang menimbulkan kekecewaan konsumen, Joni Naidi menyebutkan hal itu lebih disebabkan hanya gangguan jaringan yang bersifat insidentil.

"Kalau pun terjadi kendala oleh operator (BUMD-PLN) lebih disebabkan kepada gangguan jaringan baik PLN maupun BUMD atau dari sumber pembangkit. Dan sifatnya juga sementara. Fakta ini patut kita syukuri," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini