Program Umroh Gratis Untuk Tokoh Agama Tidak Tersosialisasi Di Salo

Redaksi Redaksi
Program Umroh Gratis Untuk Tokoh Agama Tidak Tersosialisasi Di Salo
Kepala desa Salo Timur, Said Abdullah

BANGKINANG, riaueditor.com - Program pemkab Kampar memberangkatkan perjalanan Ibadah Umroh gratis bagi kalangan tokoh agama (Toga) tidak tersosialisasi dengan baik, seperti di beberapa desa di kecamatan Salo.

Terkait itu, Kepala desa Salo Timur, Said Abdullah merasa kecewa karena tidak bisa memberangkatkan tokoh agama yang ada di wilayah, "Kegiatan ini sepertinya tidak tersosialisasi sampai ke desa," tuturnya.

Bahkan, dirinya sebagai kepala desa baru mengetahui adanya program ini saat diberitahu salah seorang pengurus partai PPP minggu kemarin, ucapnya kepada awak media, Selasa (28/11/2017) di Bangkinang Kota..

Jika dirinya mengetahui lebih awal, sudah dipastikan akan mengirimkan peserta untuk diseleksi. "Masjid raya kecamatan Salo itu letaknya di desa Salo Timur, jadi sudah dipastikan desa Salo Timur akan mengirimkan banyak peserta," ujarnya.

Ia menyesalkan pihak kecamatan dan KUA Salo tidak memberitahukan ada kegiatan tersebut. Sehingga orang yang layak untuk diberangkatkan perjalanan Umroh gratis di desanya tidak dapat diikutkan. "Program seperti ini harusnya diketahui desa," kesalnya.

Seperti pemberitaan salah satu media online di Kampar, Pemerintah Kabupaten Kampar berencana berangkatkan umroh gratis kepada 15 orang tokoh agama di Kampar tahun 2017.

Pemberangkatan perjalanan ibadah umroh bagi tokoh agama terdiri dari ustadz, imam, bilal, khatib, gharim, guru ngaji, penyuluh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat ke suci mekkah, sesuai janji serta visi dan misi Bupati Kampar untuk terus mengalakkan Kampar sebagai negeri Serambi Mekkahnya Riau.

Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Sasminedi, SKM, kepada kepada awak media auramedia.com, minggu lalu mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpotensi dan berkontribusi untuk pembangunan dan meningkatkan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Kampar.

“Dengan adanya komitmen seperti ini, mampu mewujudkan Kampar lebih agamis lagi. Sesuai dengan sebutan Kampar negeri serambih mekkahnya Riau,” ujarnya.

Saat ini program yang sudah di galakkan, sudah sampai pada tahap seleksi masyarakat panutan. Setiap kecamatan awalnya mengirimkan tiga nama dari 21 kecamatan di Kampar, untuk mengikuti seleksi selanjutnya.

“Karena ada banyak masyarakat yang ikut berkontrubusi, namun adanya keterbatasan anggaran jadi harus dilakukan tahapan seleksi oleh tim,” jelasnya.

Tim seleksi akan melibatkan  MUI dan Kemenag. Tim seleksi yang nanti sudah dibentuk akan melakukan tes ujian tertulis dan wawancara kepada tiap-tiap peserta. Hanya 15 orang peserta saja yang akan di berangkatkan tahun ini, ucapnya. (Syailan Yusuf)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini