Perpustakaan Ilmu Bertuah Desa Buluh Rampai Meraih Peringkat Kedua Nasional

Redaksi Redaksi
Perpustakaan Ilmu Bertuah Desa Buluh Rampai Meraih Peringkat Kedua Nasional
Usep Sudrajat, Kepala Kantor KPAD Inhu.
RENGAT, rioaueditor.com - Perpustakaan Ilmu Bertuah desa Buluh Rampai kecamatan Siberida kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya berhasil meraih peringkat kedua dalam lomba Perpustakaan Desa/ Kelurahan Tingkat Nasional tahun 2016.‬

‪Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Inhu Usep Sudrajat saat dikonfirmasikan selasa (16/8) membenarkan bahwa perpustakaan Ilmu Bertuah desa Buluh Rampai berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional.

"Pengumuman terkait hal ini  baru selesai dilaksanakan", katanya.‬

Dijelaskannya bahwa berdasarkan hasil lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat Provinsi Riau  Perpustakaan Ilmu Bertuah dinyatakan berhasil meraih peringkat pertama dan berhak mewakili propinsi Riau  dalam lomba tingkat nasional.‬

"Pada Selasa 21 Juni 2016 lalu, Juri dari Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Nasional tahun 2016 telah melakukan kunjungan langsung ke perpustakaan Ilmu Bertuah di desa Buluh Rampai untuk melakukan penilaian", terangnya.‬

Hasil penilaian lapangan ini yang menjadi pertimangan untuk menentukan perpustakaan Desa/Kelurahan yang akan terpilih sebagai calon pemenang lomba yang akan di undang ke Jakarta untuk menyampaikan presentasi pada tahap Grand Final.‬

‪"Dari 34 Provinsi yang mengikuti lomba perpustakaan tingkat Nasional tahun 2016 ini, akhir kita.berhasil meraih peringkat kedua", jelasnya.‬

Pada kesempatan ini, Usep Sudrajat menyampaikan ucapkan terimakasih kepada Bupati Inhu H Yopi Arianto dan seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungannya‬ terhadap perpustakaan di Inhu, pungkasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini